• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Permintaan Hentikan Kecurangan Pemilu Bergema di Jogja

14 May
20:59 2019
1 Votes (4)

KBRN, Yogyakarta : Presidium Jogjakarta Ganti Presiden (JGP) wilayah DIY/Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa damai, menolak kecurangan pada pemilu serentak tahun ini, berlangsung di Kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, pada Selasa (14/5/2019) siang.

Lebih dari 100 peserta aksi yang sebagian besar adalah kaum ibu atau emak-emak menyuarakan soal kecurangan yang bermunculan pada pelaksanaan pemilu serentak tahun ini.

Muhammad Dadang Iskandar, Koordinator Aksi Ketua Umum JGP menyatakan, pihaknya menolak beragam kecurangan yang terjadi, seperti aksi politik uang, penggalangan ASN untuk mendukung salah satu paslon, kecurangan di TPS dan rekapitulasi tingkat bawah, hingga sistem informasi penghitungan suara (situng) KPU RI yang dinilai telah direkayasa.

“Kita dari Yogyakarta, menolak segala bentuk kecurangan yang terjadi saat ini, baik proses situng, proses penghitungan suara, dan pengumpulan suara,” katanya kepada sejumlah media.

Jogjakarta Ganti Presiden (JGP) meminta agar proses situng dihentikan dan segera dimulai rekapitulasi manual yang dilakukan secara transparan.

Saat disinggung apakah JGP memiliki bukti-bukti kecurangan pemilu yang dimaksud. Dadang mengungkapkan, pada Selasa sore, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Badan Pemenangan Nasional (BPN) akan memaparkan data-data kecurangan yang dihimpun.

“Data kecurangan itu secara nasional, tidak hanya di Yogyakarta saja,” tuturnya.

JGP juga mengeluarkan 20 pernyataan sikap di antaranya meminta KPU menghentikan segala bentuk kecurangan dan rekayasa, gunakan C1 secara benar dan hitung manual secara jujur, dan jangan pindahkan satu suara rakyat pun kepada yang tidak berhak. (ros/yyw).

  • Tentang Penulis

    Rosihan Anwar

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00