• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Antisipasi Krisis Stok Darah, PMI DIY Tingkatkan Minat Berdonor

14 May
16:00 2019
3 Votes (3.7)

KBRN, Yogyakarta : Stok darah PMI kritis, pada seminggu sampai dua minggu setelah lebaran. PMI di DIY memberikan penawaran hadiah menarik untuk meningkatkan donor darah selama ramadan dan lebaran.

Humas PMI DIY, Warjiyani kepada RRI Selasa (14/5/2019) mengatakan berdasar pengalaman selama tiga atau empat tahun terakhir, stok darah PMI mulai kritis, pada seminggu sampai dua minggu setelah lebaran. 

Krisis stok darah terjadi seiring tingginya permintaan, karena banyak pasien cuci darah yang menunda terapi cuci darah hingga menjelang atau pada saat Lebaran.

Sebagai upaya menjaga keterisian stok darah saat ramadan dan lebaran, PMI di DIY pun melakukan berbagai upaya diantaranya menggandeng pengelola Masjid dan gereja untuk menggelar donor darah di masjid-masjid pada malam hari, atau di gereja pada sabtu dan minggu.

" Kalau untuk masjid biasanya donor darah dilaksanakan setelah salat tarawih dimulai pukul 20.00 - 22.00. Kalau di gereja Sabtu, Minggu mulai pagi jam 08.00 - 16.00," jelasnya.

Warjiyani menambahkan selain donor darah di gereja dan masjid, sejumlah PMI Cabang di DIY juga membuat terobosan untuk menarik minat masyarakat berdonor, diantaranya dengan memberikan hadiah dan undian berhadiah sepeda TV dll. 

"PMI DIY juga memiliki tawaran menarik untuk pendonor di bulan Ramadan ini. Contoh di Sleman dan Gunungkidul. Di PMI Kabupaten Sleman pendonor yang datang pada Ramadan sampai dua minggu bulan Syawal mereka menawarkan doorprize untuk pendonor. Hadiahnya macam-macam, ada sepeda, televisi, mesin cuci, kulkas, kompor dan sebagainya. Di PMI Kabupaten Gunungkidul, selama ramadan hingga lebaran juga menawarkan hadiah sepeda, magic com, speaker aktif dll. Sedangkan di PMI Kabupaten Bantul hadiahnya kaos," katanya.

Warjiyani menambahkan selain tawaran doorprize, PMI juga mengirimkan pesan pengingat donor kepada pendonor darah sukarela.

"Memberikan auto broadcast message melalui wa atau sms, mengingatkan kepada pendonor darah sukarela untuk datang melakukan donor," terangnya.

Warjiyani menambahkan produksi dan pengeluaran darah tiap bulan di DIY yakni Kota Yogyakarta 3.500 kantong darah,  Sleman 1.000 kantong, dan Bantul 900 -1.000 kantong darah, Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing sekitar 450 kantong darah. (wur/ian/yyw).

  • Tentang Penulis

    Wuri Damaryanti Suparjo

    Reporter RRI Yogyakarta

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00