• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Kiat Menjadi Orang Hebat

19 March
10:08 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta :  Keterbatasan fisik bukanlah merupakan rintangan bagi seseorang untuk menjadi hebat, apalagi mereka yang dianugerahi pancaindcera lengkap, mestinya bisa menjadi lebih hebat daripada orang cacat.

Sukiyat, adalah salah satu contoh laki-laki difabel yang mengalami kelumpuhan pada kaki sejak usia 6 tahun akibat polio, tetapi ia mampu menunjukkan prestasi yang mencengangkan jagad nusantara, bahkan dunia internasional.

Laki-laki usia 62 inilah yang menjadi pencetus keberadaan mobil Esemka yang kemudian melambungkan namanya sejak diluncurkan mobil tersebut oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang waktu itu masih menjabat sebagai Walikota Solo. Suatu prestasi yang membanggakan bangsa.

Setelah tamat SMP Sukiyat memiliki obsesi kuat untuk menunjukkan bahwa orang cacat harus bisa menjadi hebat, berkarya dan berprestasi bagi diri maupun negeri, walaupun hanya dipandang sebelah mata.

“Saya dulu sudah ngalah, ngalih (pindah/pergi,-red), ngamuk. Karena saya diafabel, saya ngamuk tapi ngamuk keberan, tidak koq ngawur. Setelah lulus SMP mau masuk STM tidak boleh karena cacat, akhirnya saya masuk ke RC (rehabilitas cacad) di Solo. Mau ambil jurusan otomotif gak boleh, disuruh jahit,” kisahnya kepada rri.co.id., Sabtu, (16/3/2019).

Menyadari banyak kekurangan, Sukiyat yang mengamalkan banyak falsafah jawa ini bertekad menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Salah satu kiat atau caranya adalah dengan tetap tegar, komitmen, konsisten, tekun dan jujur.

“Orang sekarang banyak yang tidak komitmen, saya sudah cacat, tetapi prinsip saya, madu menjadi racun bagi saya adalah hikmah. Justru racun itu harus kita menej menjadi madu yang lebih baik daripada aslinya,” lanjut Sukiyat.     

Bercerita panjang lebar masa lalunya yang penuh dengan ketidakadilan dan syarat dengan pelecehan, justru semakin memotivasi Sukiyat untuk terus maju pantang mundur.

Tidak hanya mobil Esemka, Haji Sukiyat yang merupakan Komisaris Utama PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI), juga membuat gebrakan lagi dengan menciptakan mobil multiguna untuk wilayah pedesaan, yakni Mahesa.

Tidak sebatas itu, Sukiat pun kemudian mengembangkan lagi kendaraan pedesaan yang lebih kompleks manfaatnya dengan diberi nama AMMDes atau kepanjangan dari Alat Mekanis Multiguna Pedesaan, bekerjasamanya dengan anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk.

Selain bisa membantu produktivitas pertanian, kendaraan  ini bisa dimanfaatkan untuk alat transportasi dan pengangkut barang atau hasil pertanian, membuat pelet, giling padi, dan juga bisa difungsikan sebagai alat pompa air.

Ide-ide cemerlang Sukiyat dalam beronivasi dan berkreasi sungguh suatu hal yang tak dimiliki kebanyakan orang, apalagi penyandang disabilitas. Semoga sosok difabel Sukiyat mampu memberikan motivasi sekaligus inspirasi, bahwa orang cacat bisa berbuat hebat justru jauh melampui kebanyakan orang normal, meski tanpa harus memiliki pendidikan tinggi. Kuncinya, menurut Sukiyat, harus mau kerja keras, kerja cerdas dan kerja keras. (yyw).

  • Tentang Penulis

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00