• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Promotor Musik Jazz UGM itu Sudah Berpulang

17 January
17:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada kembali berduka, Ekonom Dr. A Tony Prasetiantono meninggal dunia di Jakarta Rabu, pukul 23.30 WIB. Jenazah yang diharapkan tiba  Kamis sore di rumah duka di perumahan Merapi View. Selanjutnya proses pemakaman dilangsungkan pada Jumat (18/1) di makam keluarga UGM di Sawitsari, Condongcatur, Sleman.   

Seperti diketahui, selain sebagai pengajar di FEB UGM, Tony sebelumnya adalah Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik di UGM sejak 2009. Pria kelahiran Muntilan ini, juga telah menjadi Dosen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada sejak 1986.

Semasa menjadi pengajar, Tony dikenal sebagai pengamat ekonomi handal. Ia selalu menjadi narasumber media cetak dan elektronik dalam mengulas berbagai isu ekonomi nasional dan menganalisis soal perkembangan ekonomi dunia. Tidak jarang ia juga diminta menulis kolom opini di media nasional dan lokal.

Selain dikenal sebagai pengajar, Toni juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk. Sejak 2011. Sebelumnya Tony Prasetiantono adalah Komisaris Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005. 

Di kegiatan riset di kampus, Jabatannya sebagai Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM; Faculty Member Bank Indonesia Institute, Tony banyak menuangkan tulisannya soal ekonomi. 

Sebelum meninggal, Tony masih sempat menuangkan tulisan analisis ekonominya yang berjudul Masih Ada Ruang yang diterbitkan di Harian Kompas, 8 januari lalu.

Ia menulis, “Tidak satu pun di antara kita yang tidak menyadari, bahwa perekonomian 2019 masih akan tetap sulit. Jalan masih terjal. Ibarat lorong gelap, banyak hal yang tetap belum ketahuan ujungnya. Perekonomian global masih dicekam ketidakpastian,” itu tulisan Tony.

Perang dagang AS-China belum reda; suku bunga AS masih berpotensi naik; harga minyak dunia belum stabil. Namun, apakah semua ini akan berujung pada pesimisme perekonomian Indonesia? Saya rasa tidak. Masih ada ruang bagi kita untuk bergerak.

Bukan hanya sibuk dengan bahasan soal ekonmi, di kampus Tony juga memiliki selera seni yang kuat. Ia merupakan salah seorang promotor kegiatan konser musik Jazz UGM dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan musik jazz di UGM seolah tidak bisa terlaksana tanpa tangan dingin Tony yang mampu menghadirkan musisi jazz nasional dan internasional.

Dalam sebuah kesempatan, musisi jazz kenamaan Fariz RM pernah melontarkan ia sudah lama memimpikan untuk bisa diundang Tony agar bisa tampil di musik Jazz UGM hingga akhirnya bisa kesampaian juga.

Di konser musik jazz ala kampus ini, Tony mampu mengundang musisi jazz dunia untuk hadir di Yogyakarta dengan tampil bareng musisi muda dari tanah air.  

Kini, Tony telah berpulang. Tahun ini kegiatan UGM Jazz tidak lagi digawangi oleh Tony. Bahkan sudah tidak ada lagi analisis tajam soal ekonomi yang dilontarkannya dimana ulasannya selalu ditunggu dan memberikan pencerahan bagi masyarakat dan rujukan pemerintah.

Setiap tulisan dan komentar ulasan ekonominya selalu disampaikan secara gamblang dan sederhana sehingga mudah dimengerti bagi orang awam. Semoga apa yang dilakukan Toni semasa hidupnya bisa dicontoh oleh ekonom muda Indonesia. Selamat Jalan Mas Tony. (Humas UGM-mun).

  • Tentang Penulis

    Munarsih Sahana

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00