• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Simulasi Tanggap Bencana Membuat Panik Siswa SLB

1 October
17:44 2018
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : ‘Gempa…! gempa…! gempa...!’ Itulah  teriakan yang terdengar dari pengeras suara dan raungan sirine yang memecah aktivitas belajar mengajar siswa SLB Yapenas Condongcatur Depok Sleman.  

Mendengar Peringatan tersebut dengan seketika seluruh siswa SLB Yapenas masuk kelorong-lorong meja, disertai suara tangis dari kepanikan siswa jadi satu di ruangan .  

Di waktu yang bersamaan, guru-guru menggiring murid-murid yang sebagian memakai kursi roda untuk berkumpul di lapangan.  

Situasi tersebut merupakan scenario  Simulasi Sekolah Siaga Bencana di Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapenas Condong Catur, Depok, Sleman, pada Senin (1/10/18).  

Kegiatan yang merupakan program dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus tersebut diikuti oleh seluruh warga SLB Yapenas dalam rangka meminimalisir dampak bencana di wilayah rawan bencana di Kabupaten Sleman.   

Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Yapenas, Ngatna mengatakan kegiatan simulasi tersebut dalam rangka melatih kesiapsiagaan seluruh warga sekolah guna meminimalisir efek becana ketika terjadi gempa bumi di wilayah Kecamatan Depok.  

Seluruh tim Sekolah Siaga Bencana sebelumnya sudah diberi materi dalam workshop kesiapsiagaan bencana selama 2 bulan, hari ini adalah praktek atau simulasinya,” kata Ngatna, di sela simulasi.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Haenry Dharma Widjaja mengatakan, SLB Yapenas sudah dibimbing dan diberikan materi oleh BPBD Sleman terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi becana.  

Selanjutnya ia menghimbau, untuk segera bekerjasama dengan sekolah terdekat untuk membuat sister school guna mengantisipasi sekolah yang roboh ketika terjadi bencana. 

Sementara , Kepala Bidang Pendidikan Luar Biasa Dinas Dikpora DIY, Bahtiar Nur Hidayat berharap, setelah dilakukannya kegiatan simulasi bencana kedepannya agar kemampuan kesiapsiagaan bencana tersebut terus dilakukan penyegaran. 

“Penyegaran dalam pelatihan juga dibutuhkan, karena kesiapsiagaan itu penting dan harus ada, terlebih wilayah sleman termasuk wilayah yang memiliki sejumlah ancaman bencana alam,” terangnya. (kus/yyw).

  • Tentang Penulis

    Kusdiyanto Koestidjo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00