• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Pengendalian Perilaku Merokok Di Indonesia Masih Rendah

15 February
23:45 2018
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar fakultas Kedokteran UGM, Kamis (15/2/2018), Prof. Yayi Prabandari PhD mengatakan, pengendalian perilaku merokok di Indonesia perlu dikuatkan mengingat proporsi perokok laki-laki usia muda di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia.

Perokok usia sekolah 15-19 tahun meningkat dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir dan perokok laki-laki meningkat empat kalinya selama 20 tahun terakhir.

Menurutnya, perilaku merokok bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari persepsi yang rendah terhadap kerugian merokok dan model perokok di sekitarnya, pengaruh keluarga atau teman yang merokok, hingga paparan terhadap iklan rokok dalam berbagai bentuk.

“Memang sudah banyak akademisi yang melakukan pengendalian rokok ini. Tetapi saya merasa bahwasanya belum semuanya bersatu padu dalam satu suara. Masih ada beberapa akademisi yang,mohon maaf, mungkin masih mau menerima uang dari industri (rokok), sehingga mereka melakukan kajian yang justru terbalik,” kata Yayi Suryo sambil memberikan contoh.

“Riset terakhir itu ada kan yang temuannya bahwa tembakau itu mengandung beberapa zat yang bagus untuk obat kanker atau kesehatan. Tapi itu mestinya dikaji sangat berulang karena tidak bisa suatu obat itu dikaji hanya berdasarkan satu zat substance atau dua zat dalam satu daun, dan itu kajiannya harus bertahap,” tambah Yayi Suryo.

Pengembangan regulasi di tingkat daerah, ujarnya, masih memerlukan penguatan dan advokasi dari berbagai pihak. Regulasi nasional yang telah ada pun perlu ditindaklanjuti dengan regulasi daerah atau bahkan dengan kesepakatan lokal.

Meski ikut merumuskan, Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Pasifik yang belum menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), konvensi pengembangan kebijakan pengendalian tembakau yang telah ditandatangani oleh 173 negara sampai dengan April 2013.

Menurut Yayi Prabandari, Indonesia juga merupakan negara yang masih menyiarkan iklan rokok di media massa, sementara lebih dari 140 negara sudah melarang iklan rokok dalam semua bentuk. (mun/bbd).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00