• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Kerajinan Limbah Janggel Jagung Bernilai Jual Tinggi

3 May
19:49 2017
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Limbah janggel jagung yang banyak terdapat di sekitar masyarakat pedesaan, ternyata  bisa dijadikan aneka produk kerajinan yang bernilai tinggi. Bahkan produk kerajinan janggel dari Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman berhasil menempus pasaran India, Arab serta Eropa.

Di tangan Stefanus Indri Sudjatmiko, warga Minggir Dua, Sendangagung, Minggir, Sleman inilah, limbah janggel jagung yang biasanya hanya dibuang dan menjadi kayu bakar, ternyata  bisa diubah menjadi aneka produk kerajinan kreatif, mulai dari kap lampu, hiasan dinding, replika tugu jogja, menara Eiffel hingga replika Candi Borobudur serta lukisan tokoh terkenal dunia.

Minat mengubah limbah janggel menjadi kerajinan, menurut Indri Sudjatmiko, berawal dari keprihatinannya melihat janggel yang banyak berserakan dan tidak dimanfaatkan. Sehingga menggerakan naluri seninya untuk mengubah janggel menjadi produk kerajinan yang bernilai tinggi.

“Kebetulan kan orang-orang cuma dibakar di kebun, kadang dijadikan kayu bakar, bahkan dibuang begitu saja ke sungai itukan menjadikan limba baru, makanya saya manfaatkan menjadi produk-produk kaya gini,” terang Stafanus Indri di rumahnya, Rabu (3/5/2017).

Hasil olahan kerajinan berbahan janggel ini mulai yang bernilai ratusan ribu, hingga puluhan juta. Harga fantastis kerajinan olahan janggel ini, menurut Stefanus Indri Sudjatmiko, terutama untuk sejumlah lukisan tokoh nasional dan dunia yang ia jual seharga dua juta. Sedangkan untuk replika Borobudur yang sangat rumit pengerjaannya, ia bandrol dengan harga 20 juta rupiah. Untuk lukisan dari janggel ini, ia sudah membuat beberapa karya terbaik seperti lukisan presiden Joko Widodo maupun sejumlah tokoh dunia.

“Saat ini baru Presiden Jokowi, kemudian Presiden Soekarno, ada Barack Obama, ada juga permintaan lukisan Mahatma Gandhi, kemudian ada juga patung kepala kuda ada juga permintaannya,” jelasnya.  

Sedangkan mengenai pemasaran produk kerajinan dari janggel ini, menurut stefanus Indri Sudjamiko, ia lakukan melalui on line, serta dari penampilan karyanya pada berbagai pameran yang diselenggarakan Pemkab Sleman, baik di Daerah Istimewa Yogyakarta atau hingga di luar daerah.

“Lukisan ini sementara saya paketkan lewat media facebook sama instagram, dan juga saya ikutkan dalam pameran-pameran. Kalau lukisan itu biasanya yang suka dari Inggris, India sama Arab Saudi,” imbuhnya.    

Salah satu kendala yang dialami dalam pemasaran produk kerajinan janggel seperti kap lampu adalah mahalnya beaya pengiriman barang. Ia mencontohkan, untuk pengiriman dengan tujuan Kota Medan saja beayanya bisa mencapai dua kali lipat dari harga barang,  sehingga sering membuat repot pemasaran produknya jika lokasinya berada di luar Yogjakarta. (kus/yyw).

  • Tentang Penulis

    Kusdiyanto Koestidjo

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...<br /><br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00