• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Indonesia Produsen Sampah Terbesar Kedua Dunia

25 February
23:30 2017
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta: Permasalahan sampah nasional sudah cukup meresahkan. Saat ini, Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia. Tiap tahunnya, masing-masing kota di dunia setidaknya menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton.     

Bank Dunia mempertkirakan pada tahun 2025 jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton. Fakta tentang sampah nasional pun sudah cukup meresahkan. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan di www.sciencemag.org pada bulan Februari 2015 menyebutkan, Indonesia berada di peringkat kedua di dunia penyumbang sampah plastik ke laut  setelah Tiongkok, Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.

Pengelola bisnis sampah sekaligus Pendiri Yayasan Greeneration Muhammad Bijaksana Junerasano mengatakan, permasalahan sampah tak bisa dianggap enteng. Sampah bisa menimbulkan bencana, seperti yang terjadi dalam tragedi longsornya sampah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam. Tragedi di Leuwigajah tersebut memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi. 

“Mari seluruh masyarakat Indonesia mengenang longsornya TPA Leuwigajah di Jawa Barat, dimana korban meninggal 140 orang dan sejak itu dikenang sebagai hari peduli sampah nasional," tegasnya.

Ditambahan, sudah 12 tahun berjalan pengelolaan sampah di Indonesia sudah mengalami perubahan, realita yang terlihat di lapangan pengelolaan sampah masih belum banyak perubahan dari sejak terjadinya tragedi tersebut.

"Kita punya Undang-undang persampahan tahun 2008 Nomor 18 yang mengamanahkan bagus sekali. Yang kurang di Indonesia ini adalah penegakan hukum dan implemenasinya terkait undang-undang tersebut. Sampah ini penting untuk dikelola secara bertanggung jawab karena berpengaruh terhadap isu kesehatan, isu lingkungan dan isu sosial ekonomi,”  tambahnya.

Sano menambahkan, Indonesia ditargetkan dapat bersih dari sampah pada tahun 2020, namun setiap peringatan HPSN 21 Februari selalu dilewati dengan hanya sekadar seremonial belaka tanpa dimaknai lebih dalam. Pengelolaan sampah saat ini kenyataanya tidak mengalami perubahan signifikan, padahal tinggal 3 tahun lagi menuju target yang dibuat Indonesia sendiri. 

“Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana semua tahapan dan elemen masyarakat, kemudian para pelaku bisnis, industri persampahan atau daur ulang dan pemerintah daerah serta pusat menjalankan tanggung jawabnya masing-masing. Nah ini yang sebenarnya belum terwujud sehingga satu sama lain ini nggak nyambung," tambhanya.

Junerasano menjelaskan, kegelisahan inilah yang menggerakkan para relawan, untuk menginisiasi gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020, sebagai wadah seluruh komunitas lingkungan di Indonesia, khususnya yang bergerak dan peduli dalam isu persampahan. 

"Sampah ini adalah sebuah prinsip zerowies atau bebas sampah itu adalah terbentuknya sebuah ekosistem yang membuat pengelolaan sampah ini menjadi sebuah siklus ekonomi. Artinya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin, sehingga tidak adanya sampah yang dikirim ke TPA maupun dibakar atau diinsemilator.  Kita punya waktu tiga tahun ke depan untuk terus mendorong terwujudnya manajemen pengelolaan sampah yang terintegrasi," tegasnya.

Inisiatif Indonesia Bebas Sampah 2020 terbentuk dari semangat kerelawanan dan kolaborasi dari berbagai masyarakat yang peduli untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Bebas Sampah 2020 tanpa adanya kepentingan Suku, Agama, Ras, Golongan dan Politik (SARAP) apapun. Banyak inisiatif kepedulian akan persampahan yang telah bergerak mandiri di masing-masing daerah, namun belum terintegrasi satu sama lain dengan baik. (Prim/yyw)

  • Tentang Penulis

    Prima Hapsari

    Reporter RRI Yogyakarta<br /><br />

  • Tentang Editor

    Yahya Widodo

    No description yet...&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;&amp;amp;lt;br /&amp;amp;gt;

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00