• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Ketika Penari Incling Jadi Petugas KPPS

15 February
20:28 2017
3 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Di sebuah meja pendaftaran, nampak dua orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 8 Banjaran, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo Kulon Progo, menggunakan kostum penari kesenian tradisional Incling.

Kostum itu, sekilas mirip baju penari dalam kesenian wayang orang, yang mereka gunakan untuk menyambut pemilih, dalam Pilkada Serentak di Kabupaten Kulon Progo, Rabu (15/2/2017).       

Di halaman luar TPS yang dipasangi tenda ukuran besar, dua orang petugas linmas berpakaian hansip warna hijau, nampak berjaga di pintu masuk, mereka memakai topeng para tokoh yang ada dalam tari incling, yaitu penthul bejer dan bujang anom.

Di sekitarnya, ada seperangkat sound system yang memutar musik pengiring tari incling, untuk menghibur pemilih yang hendak mencoblos surat suara.

Nuansa unik bertambah, saat melihat hiasan tarub terbuat dari rangkaian janur kuning dan kembar mayang, terpasang di pintu masuk TPS selebar 3 meter dan tinggi 2,5 meter. Di tiap sudutnya, terpasang ornamen jaran kepang dan topeng barong. Begitu masuk ruangan yang dijadikan tempat pemungutan suara, lima orang KPPS juga nampak menggunakan kostum penari incling.

”Senang sekali, baru kali ini ikut pilkada ada hiburannya, baik suguhan musik maupun para petugas yang memakai kostum khusus, pas Pemilu Presiden dan Pemilu DPR lalu tidak ada, baru saat ini”, ungkap Sutinah, salah satu pemilih yang datang ke TPS 8 Banjaran.

Suparlan, Kepala Dukuh Banjaran mengaku, desain TPS unik ditujukan untuk mempromosikan incling, sebagai salah satu seni tradisi yang ada di wilayah Kecamatan Girimulyo.

”Ini memang baru pertama kalinya, semua anggota KPPS perempuan, ini diibaratkan srikandi dalam pewayangan, dengan penampilan berbeda ini kami ingin mempromosikan incling sebagai kesenian khas di wilayah ini”, katanya.

Bagus Sarwono, Komisioner Bawaslu DIY mengapresiasi keberadaan TPS unik di Pedukuhan Banjaran. Ia juga berharap, Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, bisa memberi penghargaan atas inisiatif petugas KPPS yang membuat TPS unik.

”TPS unik bagi kami sangat baik, yang penting bagi kami bagaimana petugas melakukan setting TPS untuk penyelenggaraan proses pemilihan, kalau untuk penghargaan itu ranahnya KPU”, terang dia. (WS/BSL) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00