• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Pak Karbol : Perintis RRI Yang Tak Terlupakan

23 August
10:12 2016
1 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : 69 tahun silam atau tepatnya tanggal 29 Juli 1947, Pesawat Dakota VT-CLA pengangkut obat-obatan yang berangkat dari Singapura tujuan Yogyakarta, jatuh ditembak dua pesawat Kity Hawk milik Belanda sekitar jam 17.00 WIB.

Pesawat tersebut jatuh dan terbakar di dekat Dusun Ngoto Bantul, sekitar tiga kilometer arah selatan Kota Yogyakarta. Ada sembilan orang penumpang termasuk pilot dalam pesawat tersebut, satu diantaranya selamat.

Dari delapan orang korban meninggal, salah satunya Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, atau yang lebih dikenal sebagai Pak Karbol. Beliau merupakan perintis berdirinya Radio Republik Indonesia (RRI).

Saat ini, lokasi tempat jatuhnya pesawat Dakota dijadikan monumen perjuangan TNI Angkatan Udara, tepatnya di dekat Dukuh Ngoto, Jatiarang, Kelurahan Tamanan Kabupaten Bantul DIY.

Pada kompleks monumen di atas lahan seluas 9.473 meter persegi itu, terdapat replika potongan puing pesawat Dakota di bagian pintu masuk. Kemudian, terdapat juga bangunan tugu segi enam kerucut dari bahan cor setinggi 7 meter, pada bagian puncaknya terdapat patung seekor burung garuda setinggi 1,5 meter yang merentangkan sayap.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tempat berdirinya tugu merupakan lokasi persis jatuhnya pesawat pengangkut obat-obatan, yang ditumpangi Pak Karbol serta delapan orang penumpang lainnya.

Selain itu, ada juga areal cungkup makam seluas 40 meter persegi menaungi empat nisan warna hitam, masing-masing adalah makam Agustinus Adistjipto beserta istrinya Yosephien Rahayu, serta makam Abdulrahman Saleh beserta istrinya Ismudiati Abdulrahman Saleh.

Untuk mengenang dedikasi Pak Karbol, setiap tahun segenap angkasawan serta angkasawati RRI Yogyakarta melakukan ziarah dan tabur bunga ke makam beliau, dalam rangkaian peringatan Hari Radio yang jatuh setiap tanggal 11 September.

”Angkasawan dan Angkasawati harus banyak belajar, figur Pak Karbol begitu gigih dan tak kenal lelah, mewarnai udara di Yogyakarta, Nusantara dan Dunia dengan informasi dari RRI”, kata Kepala LPP RRI Yogyakarta Saraswati di sela-sela ziarah, Selasa (23/8/2016).

Sementara itu, Kepala Museum TNI Dirgantara Mandala Yogyakarta Kol (Sus) Thaiburrahman juga turut hadir dalam ziarah tersebut. Figur Pak Karbol menurutnya, tidak hanya sebagai Bapak TNI Angkatan Udara, tetapi juga sebagai Bapak Radio Indonesia.

”Pemimpin kita pernah bilang Jasmerah, jangan pernah melupakan sejarah, orang yang melupakan sejarah termasuk pengkhianat”, ujar dia.

Usai ziarah, segenap angkasawan dan angkasawati RRI yang hadir mengikuti acara ramah-tamah di Pendopo Monumen Perjuangan seluas 85 meter persegi, disertai pemutaran rekaman dokumenter tentang Pak Karbol sebagai pendiri RRI. (WS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00