• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Eksistensi Koperasi Di Indonesia

12 July
14:28 2016
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta: Eksistensi Koperasi merupakan sebuah fenomena tersendiri bagi Indonesia, bahkan keberadaan Koperasi sejak awal menjadi bagian dari sejarah Negara Indonesia.

Berdirinya Koperasi Indonesia pada 12 Juli 1947 melalui Kongres Koperasi pertama di Tasikmalaya menjadi tonggak bersejarah kelanjutan hidup Koperasi. Banyak yang meyakini jika Koperasi sangat sesuai dengan budaya dan tata kehidupan bangsa Indonesia, dimana didalamnya terkandung makna kekeluargaan, gotong royong  dan esensi moral lainnya.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Priyonggo Suseno, Koperasi memiliki keunikan tersendiri yaitu tidak bisa diambil alih oleh pemodal raksasa

"Koperasi tidak bisa diambil alih kepemilikannya oleh pemodal raksasa. Jadi ide dasar koperasi itu adalah perusahaan milik rakyat. Beda dengan perusahaan yang lain PT dan CV yang bisa dibesarkan oleh segelintir orang. Kalau koperasi itu harus dibesarkan bersama-sama karena satu orang mewakili satu suara," terang Priyonggo.

Sementara Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) DIY Sultoni Nurifai menyebutkan, Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Koperasi berkembang dengan baik bahkan perkembangan Koperasi di DIY merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.  Menurutnya, Koperasi di wilayah DIY pada triwulan pertama tahun 2016 berjumlah 2.702 buah.

Hal istimewa dari Koperasi, seperti dikatakan Sultoni adalah, rasa kekeluargaan yang kental dan rasa tolong menolong yang kuat antar sesama anggota Koperasi. Selain itu pihaknya telah melakukan banyak hal untuk membantu Koperasi semakin kuat.

"Kita ada pelatihan-pelatihan misalnya akutansi, pembukuan dan tata cara pengelolaan keuangan. Peran lainnya apabila koperasi ingin mengembangan usahanya namun terkendala dengan permodalan maka kita (Dinas Koperasi dan UMKM, red) nomor satu akan memediasi dengan mempertemukan dengan lembaga-lembaga pembiayaan," jelasnya.

Sultoni juga menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memajukan Koperasi agar tetap hidup di Daerah Istimewa Yogyakarta. Koperasi ibarat rumah besar, jika yang mengurusnya sedikit tentu akan menjadikan rumah besar tersebut usang dan tidak terawat. Untuk itulah kerjasama antara pemerintah, pengurus dan anggota Koperasi serta generasi muda mutlak diperlukan agar Koperasi tetap menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Salah seorang anggota Koperasi Pelita Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Kuswartono juga mengungkapkan, bahwa dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya Koperasi

"Sebagai anggota koperasi saya merasa terbantu, semua kebutahan saya bisa diatasi oleh koperasi, baik kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan finansial. Sebagai contoh kalau kita punya anak kebetulan harus bayar SPP, karena sisa gaji tidak mencukupi maka bisa pinjam di koperasi dengan pengembalian secara diangsur, sehingga meringankan sekali," katanya.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa Indonesia juga memiliki andil dalam sejarah perjuanngan bangsa Indonesia menuju kemakmuran rakyat ditengah arus globalisasi dan tekanan ekonomi asing. (NUK/BSL)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00