• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Atasi Krisis Air Puluhan Kepala Keluarga, Pemuda Gunungkidul Ciptakan Water Treatmen

22 March
20:07 2016
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Tepat tanggal 22 Maret diperingati sebagai hari air sedunia atau world water day. Air sebagai kebutuhan pokok masyarakat seharusnya bisa dinikmati seluruh warga, namun tidak demikian di Kabupaten Gunungkidul, air menjadi barang yang mahal terlebih ketika musim kemarau tiba, masih banyak warga yang belum menikmati layanan air bersih yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Berangkat dari hal tersebut, terdapat seorang pemuda pada sebuah dusun terpencil yang berhasil mengembangkan sistem penyaring air sungai atau water treatment. Hanya dengan memanfaatkan bahan yang sangat mudah didapat serta dengan biaya yang murah pemuda ini mampu mencukupi puluhan kepala keluarga yang sebelumnya langganan krisis air.

Sukamto, warga Desa Jelok, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, ini membuat sistem water tratment sederhana dengan memanfaatkan aliran sungai Oyo yang mengalir melalui desanya. Air sungai terbesar di Gunungkidul yang tidak pernah kering sepanjang tahun tersebut dialirkan melalui pipa dengan menggunakan pompa air listrik, yang sebelumnya telah diserap melalui sebuah sumur dipinggir sungai.

Air sungai yang keruh tersebut kemudian ditampung disebuah bak air. Disinilah air yang berwarna kecoklatan tersebut diproses dengan cara disaring dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat seperti, pasir, batu coral, batu zeolit dan karbon.

"Air sungai yang awalnya berwarna kotor dan keruh berubah seketika menjadi jernih bahkan bersih dan tidak berbau. Hanya dengan sekali proses treatment. air tersebut akan semakin jernih bila dilakukan 2 sampai 3 kali treatment," katanya, Selasa (22/3/2016).

Sementara itu, Sukamto menjelaskan, water treatment ala Sukamto ini bisa dimanfaatkan untuk 10 Kepala Keluarga (KK), dan diakuinya Water Treatmen ini lebih irit dari pembuatan sumur bur yang biasa menghabiskan dana sekitar Rp 30 juta.

"Pembuatan instalasi water treatmen hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 10 juta, tambahnya.
 
Selain dapat memenuhi kebutuhan air bagi warga, hasil inovasi sukamto juga mendatangkan mata pencaharian baru bagi warga, karena banyak warga yang kemudian memanfaatkan kemudahan mendapatkan air untuk usaha perikanan.

Sistem water treatment semacam ini perlu banyak dikembangkan di wilayah kecamatan lain, untuk mengurangi dampak krisis air akibat musim kemarau panjang yang selalu terjadi di wilayah Gunungkidul. (Wib/Ian)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00