• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Operasi Rahman lukis Gerhana Matahari Selama Tiga Jam

9 March
11:46 2016
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Di atas kanvas berukuran 3x4 meter persegi, tangan terampil pelukis asal Yogyakarta bernama Muhammad Operasi Rahman (48) menuangkan ide kreatifnya. Ia mengabadikan fenomena Gerhana Matahari di sekitar kawasan Simpang Empat Tugu, pada Rabu (9/3/2016) pagi.                 

Kesempatan sekali seumur hidup itu tidak ia sia-siakan, sehingga dirinya ikut berbaur dengan ribuan masyarakat yang menyaksikan secara langsung kejadian alam langka setiap 30 tahun sekali itu.

Lukisan yang diberi judul ”Gerhana Matahari Total di Yogyakarta” diselesaikannya dalam waktu tiga jam sejak pukul lima pagi, menggunakan perpaduan beragam cat dengan aneka macam warna.                   

Ia mengaku persiapan untuk melukis di kawasan Tugu dilakukan secara mendadak, setelah pada Selasa (8/3/2016) malam mengajukan permohonan ijin kepada pihak kepolisian dan langsung disetujui.

”Saya on the spot untuk mengabadikan, ini menarik karena masyarakat berkumpul semua, tersenyum semua, menikmati fenomena alam, pemerintah juga  mendukung bahkan arus lalu-lintas ditutup”, ujar dia.

Lulusan ISI Yogyakarta tahun 1998 ini juga berujar, karena baru pertama kalinya melukis gerhana matahari, ia cenderung bermain imajinasi serta memadukan hasil pengamatan di lapangan dalam menghasilkan karya.

”Jujur, saya belum pernah melihat gerhana jadi imajinasi saja, Tugu kelihatan bagaimana, trus Jogja kelihatan bagaimana, maka saya banyak main warna hitam disini setelah lihat gerhana matahari langsung gak meleset masih ada terang-terangnya”, ujarnya.    

Melalui lukisannya Operasi Rahman ingin mengulang sejarah, karena sewaktu ia masih kecil atau tepatnya pada tahun 1983 silam, pelukis Affandi juga pernah mengabadikan kejadian Gerhana Matahari total di Yogyakarta melalui goresan kanvas.

”Bahwa Affandi punya kepekaan, saya pengen mengabadikan juga, saya sebagai pelukis tidak hanya bercerita tetapi melukis langsung, ini buat anak cucu saya juga buat sejarah”, terangnya.

Kepada RRI dirinya mengaku, tidak akan menjual karya yang telah dihasilkan dalam waktu tiga jam itu, karena akan dijadikan sebagai koleksi pribadi. Ke depan ia bercita-cita memiliki museum untuk memajang lukisan buatannya.                         

”Mudah-mudahan nanti saya punya museum untuk memajang lukisan ini, itu jadi cita-cita saya sejak lama”, harapnya. (WS/BSL)                        

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00