• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Kerajinan Sampah Laut Dari Bantul

5 March
15:37 2016
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta : Sampah laut berupa potongan ranting dan batang kayu pohon yang biasanya mengotori pantai, menjadi barang kerajinan bernilai jual tinggi, di tangan bapak dua anak bernama Nur Arifin.

Di rumahnya, Dusun Pandes Panggungharjo Sewon Kabupaten Bantul, bermacam produk kerajinan dari sampah laut bisa dibuat, seperti kursi, hiasan dinding, hingga kap lampu, dengan kisaran harga antara Rp 200.000,00 hingga mencapai Rp 5.000.000,00.

Nur yang juga alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta angkatan 1996 itu, memulai usahanya sejak tahun 2014 silam dibantu tiga orang pekerja. Kini, hasil karyanya sudah merambah pasar Eropa mulai dari Inggris, Perancis, dan Jerman melalui jasa pihak ketiga.

”Untuk satu negara kita tidak keluarkan model yang sama, paling banyak diminati wall deco (hiasan dinding, red), serta beberapa inovasi baru berupa kap lampu, serta kursi yang mendapat respon cukup bagus dari pembeli”, ujarnya saat ditemui di Sewon, Sabtu (5/3/2016).

Dalam sebulan, Nur Arifin membutuhkan delapan karung sampah laut untuk membuat berbagai jenis barang kerajinan, dengan nilai omset antara 15 hingga 20 juta rupiah. Bahan baku yang digunakan, diperoleh dari sejumlah pantai di kawasan Kulon Progo dan Bantul.

”Selain murah juga menggurangi sampah di laut, serta membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu di pantai untuk mencari limbah kayu, tiap satu karung dihargai Rp 40.000,00”, imbuhnya.

Selain itu dirinya juga berharap, melalui produk kreatif hasil buatanya bisa menginspirasi masyarakat luas, untuk mengolah sampah laut menjadi barang-barang kerajinan berkualitas ekspor.

”Ternyata jika diolah dengan benar, sampah laut bisa dimanfaatkan menjadi produk kerajinan bahkan memiliki daya saing di pasar dunia”, kata dia. (WS/BSL)                                             

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00