• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

FEATURE

Menelusuri Jejak Romantisme Di Candi Plaosan

3 January
22:28 2016
1 Votes (5)

KBRN, Yogyakarta : Menelusuri jejak peninggalan bersejarah di Yogyakarta rasanya tidak akan pernah habis. Setelah Anda puas berkeliling di Kraton Kasultanan, Pakualaman, museum dan situs Tamansari, maka jangan buru-buru kembali ke hotel.

Mungkin Anda lupa, ada beberapa candi yang wajib dikunjungi. Selain Candi Prambanan nan cantik, Istana Ratu Boko yang mengagumkan, ada juga Candi Kalasan, Candi Sambisari, Candi Ijo dan Candi Sewu.

Tapi, dari sederet candi-candi tersebut, masih ada lagi candi yang eksotis penuh dengan nuansa romantisme. Ya, Candi Plaosan yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu dan Candi Prambanan. 

Menurut penuturan Iskandar, salah satu petugas di Candi Plaosan, terdapatlah seorang ahli bernama De Casparis yang menyatakan bahwa Candi Plaosan diperkirakan dibangun pada masa Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu berkuasa pada sekitar awal abad ke-9 M.

Beberapa literatur menyebutkan, pendapat De Casparis ini didasarkan pada isi Prasasti Cri Kahulunan (842 M) bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan atau Pramodyawardani, putri Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra yang penganut Budha. Pembangunan Candi ini dibantu oleh suami Ratu Sri Kahulunan, yakni Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya yang memeluk agama Hindu.

“Kompleks Plaosan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Keduanya memiliki teras berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan itu, maka Candi Plaosan juga sering disebut candi kembar,” papar Iskandar, Minggu (3/1/2016)

Menurut Iskandar, kompleks Candi Plaosan ini memiliki 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Stupa perwara bisa dilihat di semua sisi candi utama, demikian pula candi perwara yang ukurannya lebih kecil. Sementara di bagian utara terdapat bangunan terbuka yang disebut Mandapa.

Terdapat juga dua buah prasati, yaitu prasasti yang di atas keping emas di sebelah utara candi utama dan prasasti yang ditulis di atas batu di Candi Perwara baris pertama.

“Adanya kemuncak stupa, arca Budha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil-red) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Budha,” imbuhnya.

Ditemui terpisah, Yudhistiro, seorang pengujung asal Solo mengatakan kekagumannya akan bangunan candi kembar yang memadukan dua kepercayaan dan ideologi tersebut.

“Sebenarnya ini bisa menjadi cermin bagaimana keberagaman kita telah ada sejak dahulu kala, bahkan saat zaman kerajaan yang belum kenal HAM,” ungkapnya berseloroh.

Candi Plaosan mungkin menjadi salah satu bangunan yang penuh romantika karena dibangun sebagai perwujudan kekuatan cinta antara Pramodyawardani dengan Rakai Pikatan yang lepas dari sekat agama dan perbedaan pandangan.

Jika Anda tertarik, hanya dengan tiket masuk Rp 3.000 kita sudah bisa sepuasnya menikmati keindahan bangunan Candi Plaosan. (BBD)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00