• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pemanfaatan Monas sebagai Ruang Publik yang Beresiko

4 May
13:57 2018
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kegiatan hiburan dan pembagian sembako yang dilakukan Forum Untukmu Indonesia di Monumen Nasional pada Sabtu 28 April lalu, menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan akibat meninggalnya dua bocah di arena kegiatan tersebut, dan berbuntut polemik. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menyebut setidaknya, ada lima kesalahan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara, diantaranya menyangkut pemda DKI, sehingga acara itu menimbulkan sebuah persoalan.

Disisi lain Ketua Panitia David Revano Santosa mengatakan, fihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan semua biaya akan ditanggung pihak panitia. Disisi lainnya lagi timbul berbagai spekulasi yang terkait atau dikait kaitkan dengan hal hal lainnya dan berbuntut pelaporan dan bantahan. Apalagi dikaitkan dengan politik di tahun politik. Sepertinya dinegeri ini, polemik menjadi ajang kesempatan untuk saling salah menyalahkan, mencari pembenaran, kesempatan melontarkan issue baru atas kejadian sesungguhnya yang bisa jadi akan mengaburkan peristiwa itu sendiri.

Lagi lagi, tumpuan penyelesaian masalah menjadi tanggung jawab kepolisian untuk mengusut tuntas kronologis kegiatan, kejadian, dampak sampai pada kesimpulan serta solusi penanganan siapa yang bertanggung jawab terhadap apa. Monumen Nasional atau Monas ada diwilayah dan menjadi tanggung jawab pemda DKI atas pengelolaannya, tetapai keberadaannya menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Pertanyaannya adalah siapa , untuk kepentingan apa dan bagaimana seluruh anak negeri ini bisa memanfaatkan ruang publik yang menjadi kebanggaan bangsa ini. Faktanya Monas bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga tempat utama untuk berkumpul menyampaikan berbagai aspirasi alias demo dari masalah sosial sampai politik. Kegiatan hiburan dan bagi bagi sembako di Monas, tentunya bukan hanya sekedar bagi bagi, tetapi juga harus diperhitungkan tingkat kerawanan, akibat dan seberapa pentingnya sembako yang dibagi untuk siapa.

Kejadian yang membawa dampak keberlangsungan hidup seseorang atau beberapa orang di tempat ini, sudah seharusnya mendapat perhatian serius, bukan hanya penyelenggara kegiatan, tetapi juga yang mengeluarkan ijin kegiatan dan fihak fihak yang terkait dengan kegiatan, termasuk pengamanan, pengaturan dan sederet ketentuan.

 Apa yang sudah terjadi, tidak akan dapat mengembalikan dua nyawa anak yang hilang di kejadian bagi bagi sembako, atau yang terkait dengan hiburan dan bagi bagi sembako di Monas. Lagi lagi masyarakat menggantungkan kepada fihak Kepolisian untuk mengusutnya. Penyelenggara kegiatan tentunya harus bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan dan dampak yang terjadi.

 Selanjutnya tentunya menjadi kewaspadaan masyarakat untuk dapat memilah dan memilih untuk hadir di kegiatan sosial yang mengundang kerumunan banyak orang serta memperhitungkan antara manfaat dan mudharatnya.

(Sumber Foto : Poskotanews)

Tentang Penulis

Agung Susatyo

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00