• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Ancaman Donald Trump menguatkan dukungan terhadap Palestina.

22 December
13:33 2017
0 Votes (0)

KOMENTAR VOI : Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menunjukkan keangkuhan terhadap berbagai negara yang dinilai telah menerima bantuannya. Trump mengancam pemutusan bantuan keuangan kepada mereka yang mendukung resolusi PBB menentang Amerika Serikat. Keangkuhan Donald Trump itu ditunjukkannya sebagai respon atas sikap berbagai negara mendukung resolusi PBB  menentang pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Kepada wartawan di Washington Trump mengatakan, bahwa negara negara yang menerima bantuan Amerika Serikat telah menerima jutaan bahkan milyaran dolar namun menentang pemberinya.

Sebagaimana terjadi, Donald Trump secara sepihak telah menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Sikap keras kepala itu ditentang berbagai negara. Negara negara Organisasi Kerjasama Islam, OKI, telah mengadakan sidang darurat di Istanbul dan mengelurkan deklarasi yang menentang sikap dan keputusan Donald Trump.  Indonesia yang ikut mendorong deklarasi Istanbul itu juga telah melakukan langkah langkah diplomatik dan mendukung resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa yang disampaikan melalui sidang umum darurat. 

Dalam Pemungutan  suara  di sidang darurat Majelis Umum PBB hari Kamis waktu  New York.  128 negara menentang langkah Amerika Serikat  yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hanya   9 negara yang mendukung langkah Amerika, sementara 35 negara lain abstain. 9 negara pendukung Amerika Serikat, sebagaimana diberitakan Kantor berita AFP , adalah negara negara kecil yaitu Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall. Di barisan abstain tercatat antara lain  Filipina,   Australia, Kanada,   dan Meksiko.  Keputusan dalam sidang umum PBB itu sesungguhnya adalah pukulan telak bagi Donald Trump. 

Ancaman untuk memutuskan bantuan  kepada negara negara yang menerima bantuan Amerika Serikat, tampaknya tidak menjadikan pendukung Palestina terpengaruh.  Di sisi lain, sikap dan arogansi Trump justru menguatkan dukungan internasional kepada Palestina. Dalam perspektif multilateral, posisi Amerika Serikat justru akan memberi alternative bagi  negara negara berkembang untuk mengalihkan perhatian dan kerjasamanya kepada negara ekonomi kuat lainnya seperti  Tiongkok atau Rusia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00