• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Hasil KTT OKI Di Istanbul Dan Menguatnya Dukungan Terhadap Palestina

15 December
13:30 2017
0 Votes (0)

KOMENTAR VOI : Keputusan sepihak Presiden Donald Trump menjadikan Yerusalem Ibukota Israel, ditentang anggota Organisasi Kerjasama Islam, OKI. Penegasan OKI dinyatakan sebagai hasil Konferensi Tingkat Tinggi Darurat di Istanbul, yang antara lain dihadiri Presiden Joko Widodo. Indonesia menggunakan momentum itu untuk menegaskan dan menyuarakan sikap Indonesia terhadap keputusan radikal Donald Trump itu.

Presiden Joko Widodo menegaskan sikap Indonesia yang menolak keputusan sepihak Donald Trump. Suara Indonesia itu menjadi penguat bagi dikeluarkannya deklarasi Istanbul yang berisi enam poin penting.

Yang pertama  OKI menolak pengakuan unilateral AS. Langkah lanjut yang harus diwujudkan adalah bahwa semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel, untuk tidak mengikuti keputusan Amerika Serikat. Negara-negara  OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina.

Mengenai hubungan diplomatik dengan Israel, konferensi meminta kepada  negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik termasuk meninjau hubungan.

Para pemimpin OKI juga tidak hanya menegaskan langkah dan tindakan diplomatik, tetapi juga memberi perhatian atas isu kemanusian. Konferensi darurat di Istanbul meminta seluruh anggota OKI untuk  mengambil langkah bersama untuk tingkatkan bantuan kemanusiaan.

Apa yang dihasilkan di Istanbul, sesungguhnya telah menunjukkan sikap tegas dan nyata atas keputusan sepihak Donald Trump. Karena posisi Turki yang dekat dengan Eropa, sangat boleh jadi hasil KTT di Istanbul juga memberi dampak bagi sikap negara negara Uni Eropa untuk menegaskan sikapnya. Sebagaimana diketahui negara Eropa telah menunjukkan penolakan atas pernyataan dan keputusan Donald Trump. Sikap yang muncul antara lain adalah pernyataan bahwa Amerika Serikat, tidak lagi diakui sebagai mediator bagi proses perdamaian Palestina Israel.

Menjadi pertanyaan kemudian, apakah dengan kerasnya penolakan dan antipati atas keputusan Donald Trump itu, Washington akan mengubah sikap atau bahkan menarik kembali keputusannya ? Kita masih harus menunggu perkembangan lebih lanjut, dan melihat perkembangan politik dalam negeri Amerika Serikat.

Yang pasti dari kemelut baru yang ditimbulkan oleh keputusan Trump, soliditas mendukung Palestina telah mendapatkan momentumnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00