• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Indonesia Bersama Pemimpin Dunia Mengecam Kebijakan Presiden Amerika Serikat

11 December
14:03 2017
0 Votes (0)

FOKUS VOI : Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memberikan pengakuan resmi Yerusalem  sebagai  Ibu Kota  Israel, pada 6 Desember 2017 waktu setempat. Kebijakan tersebut menjadi kontroversi dan mendapat reaksi keras  para pemimpin dunia, termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Presiden Joko Widodo menegaskan,  Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.  Dalam jumpa pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017) seperti dirilis Antara, Presiden Joko Widodo   mengatakan, Pemerintah Indonesia meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali langkah tersebut. Ia menilai, pengakuan sepihak tersebut melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat juga menjadi anggota tetapnya. Presiden  kembali menegaskan  ini dapat  mengecam stabilitas keamanan dunia.

Presiden Joko Widodo juga mengatakan, ia dan rakyat Indonesia tetap konsisten bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan haknya sesuai UUD 1945. Kepala Negara menjelaskan, dalam beberapa hari ini, pemerintah telah berkomunikasi dengan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).  Pemerintah mendorong agar OKI segera melaksanakan sidang khusus atas pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama. Presiden Joko Widodo berjanji akan hadir dalam pertemuan tersebut. Pemerintah RI juga meminta PBB segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika. Menurut  presidan, dirinya  telah minta  Menteri Luar Negeri  memanggil Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta   untuk  menyampaikan  secra langsung sikap Pemerintah Indonesia.

Sementara  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan kekhawatirannya, klaim sepihak yang dicetuskan Donald Trump  memicu konflik di Timur Tengah. Selain itu, secara langsung hal tersebut  berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Jusuf Kalla  menilai  jika  konflik terjadi di kawasan Timur Tengah tentu harga minyak naik atau perdagangan menurun.

Tidak hanya Indonesia, beberapa  pemimpin dunia  turut mengecam keras kebijakan Donald Trump diantaranya,  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan,  Presiden Palestina Mahmoud Abas, Perdana Menteri Jerman Angela  Merkel, Raja Jordania Abdullah II dan Perdana Menteri Inggris Theresa May. Perdana Menteri Theresa May,  Rabu 6 Desember  waktu setempat mengatakan tidak setuju dengan keputusan Presiden Amerika Serikat  Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurut dia hal itu tidak membantu upaya damai. Perdana Menteri menegaskan kembali bahwa kedutaan Inggris untuk Israel akan tetap berada di Tel Aviv dan pemerintahannya yakin status Jerusalem harus ditentukan dalam penyelesaian yang dinegosiasikan antara Israel dan Palestina. Perdana Menteri May mendesak Amerika untuk mengajukan usulan rinci untuk penyelesaian masalah Israel-Palestina dan menyerukan semua pihak untuk tidak melakukan aksi kekerasan. 

Disisi lain pengamat hubungan Internasional Dewi Fortuna Anwar  menyarankan, Indonesia  bekerjasama dengan negara-negara lain di dunia untuk mengatasi krisis Jerusalem pasca keputusan membahayakan Presiden Donal Trump. Hal tesebut bisa  melalui OKI, PBB, ASEAN, termasuk East Asia Summit. Dewi  Fortuna Anwar di Singapura  Kamis, 7 Desember mengatakan, langkah Donald Trump tidak hanya menganggu proses perdamaian, juga menjadi alasan baru bagi kelompok-kelompok ekstremis dan teroris untuk melakukan berbagai kegiatan. Menurutnya, keputusan Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika  dari Tel Aviv ke Jerusalem  juga sangat mengancam perdamaian dunia dan mengganggu Indonesia dengan mayoritas masyarakat muslim. Karena masalah Palestina dari dulu selalu menjadi pemicu konflik di Timur Tengah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00