• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Bilakah Krisis Yaman Usai ?

6 December
13:50 2017
0 Votes (0)

Tidak selamanya sekutu itu kawan, karena suatu hari bisa menjadi lawan. Tampaknya  itulah yang menimpa Ali Abdullah Saleh, hari Senin 4 November. Orang yang pernah menjadi  penguasa Yaman selama 33 tahun itu dikabarkan tewas ditembak dalam sebuah serangan pemberontak  Houthi, tidak jauh dari Ibu Kota Yaman, San’a. Kabar tewasnya Abdullah Saleh dikonfirmasi oleh salah seorang petinggi Kongres Rakyat Umum, Faiqa Al Sayyid. 

Abdullah Saleh sempat menjadi sekutu para pemberontak Houthi, setelah turun dari kekuasaannya di tahun 2012. Persekutuan Houthi dan Saleh adalah untuk menentang pemerintahan Presiden Mansour Hadi. Karena serangan yang semakin kuat, Mansour Hadi meminta dukungan Arab Saudi. Pemberontak Houthi tidak sendirian, beberapa sumber termasuk Saudi menyebutkan Iran berada di belakangnya. Beberapa tahun kemudian dikabarkan, Saleh tidak melanjutkan persekutuan itu dan cenderung untuk membela koalisi Arab Saudi. Inilah yang menyebabkan pemberontak Houthi kemudian menganggap Abdullah Saleh  musuh bagi kelompok itu.

Arab Saudi bertekad membendung kekuatan Houthi yang  beraliran Syiah,  dengan cara melakukan blokade terhadap Yaman. Ada aksi, ada reaksi. Blokade Arab Saudi dibalas dengan serangan roket ke wilayah Saudi. Arab Saudi pun  mengklaim, dapat menggagalkan serangan-serangan roket itu. Namun konsekuensi dari blokade adalah, terjadinya kerawanan pangan yang menimpa kalangan rakyat Yaman.

Kematian Ali Abdullah Saleh akan mendorong para pendukungnya dari Kongres Rakyat Umum, menuntut balas terhadap Houthi. Posisi ini  akan menguntungkan koalisi pimpinan Saudi. Pihak Houthi sendiri melalui pemimpinnya Abdul Malek al-Houthi menganggap ada konspirasi terhadap Yaman,  namun juga sebuah  kemenangan terhadap blok Saudi. Amerika Serikat, setelah serangan berdarah terhadap mantan Presiden Abdullah Saleh, meminta semua pihak untuk berunding.

Diharapkan, apa yang terjadi di Yaman dapat segera diakhiri. Masing-masing pihak, baik Koalisi Saudi maupun kelompok Houthi, mengklaim diri mereka sebagai yang paling berhak  untuk menguasai Yaman. Entah siapa yang benar, namun yang pasti  rakyat Yaman yang menjadi korban. Indonesia sebagai warga dunia yang peduli,  melalui forum multilateral,  hendaknya  dapat mendorong terwujudnya perdamaian di Yaman. Karena   pada gilirannya,  ini akan  menciptakan perdamaian kawasan. Persoalannya sekarang, maukah para pihak berunding menyelesaikan masalah?  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00