• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Indonesia Anggota Dewan Eksekutif Organisasi Pelarangan Senjata Kimia

5 December
13:05 2017
0 Votes (0)

FOKUS VOI : Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Eksekutif Organisasi Larangan Senjata Kimia (Organization for the Prohibition of Chemical Weapons/ OPCW). Indonesia sekaligus juga ditetapkan sebagai Ketua Komite Persiapan (PrepCom) 4thReview Conference 2018 yang disahkan dalam Konferensi OPCW ke-22 pada Jumat (1/12) yang dihadiri oleh 192 negara anggotanya. Demikian dilaporkan Sekretaris Kedua Fungsi Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Denhaag merangkap Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk OPCW / Mahmudin Nur Al-Gozaly seperti dikutip Kantor Berita Antara.  Mahmudin menjelaskan terpilihnya Indonesia merupakan rekomendasi hasil kesepakatan di tingkat Kelompok Asia. Pertemuan tersebut berlangsung sejak 27 November dan akhirnya Indonesia, Irak, Iran dan Pakistan disepakati menjadi anggota Dewan Eksekutif OPCW periode 2018-2020. Keempat negara tersebut bergabung dengan negara Asia lainnya, yakni Arab Saudi, India, Jepang, Korea Selatan dan China, yang saat ini merupakan anggota Dewan Eksekutif dari Kelompok Asia.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda merangkap Wakil Tetap Republik Indonesia untuk OPCW, I Gusti Agung Wesaka Puja mengatakan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Eksekutif OPCW akan mulai pada 12 Mei 2018 sampai dengan 11 Mei 2020. Keberadaan Indonesia di Dewan Eksekutif OPCW juga tidak lepas dari soliditas dukungan negara ASEAN yang saat ini dinilai sebagai salah satu kekuatan koalisi informal sub-kawasan dalam kelompok Asia. Terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Eksekutif OPCW merupakan yang kedua kalinya dalam sejarah keanggotaan Indonesia pada OPCW sejak tahun 1998. Indonesia pernah menjadi negara anggota Dewan Eksekutif tahun 2000-2002.

Dalam konferensi itu juga disepakati Indonesia sebagai Ketua PrepCom 4th Review Conference. Ini menjadi bukti nyata kepercayaan negara-negara terhadap peran dan kontribusi Indonesia dalam isu senjata kimia. Selain itu, untuk menjaga kepercayaan itu, Wesaka Puja mengatakan Indonesia harus terus memainkan perannya secara lebih aktif dan konstruktif dalam pelarangan senjata kimia sebagai upaya mewujudkan dan mempertahankan perdamaian dan keamanan dunia.

Beberapa prioritas, dijelaskan Wesaka, akan menjadi perhatian negara-negara anggota OPCW ke depan, antara lain peran OPCW untuk memastikan semua negara pihak Konvensi Senjata Kimia melaksanakan kewajibannya terkait senjata kimia sebagaimana diatur dalam Konvensi tersebut. OPCW perlu mengantisipasi apabila negara pemilik senjata kimia gagal dalam memenuhi komitmen dalam menghancurkan seluruh senjata kimianya pada tahun 2023 mendatang. Masa depan OPCW akan bergantung pada bagaimana ketentuan Konvensi Senjata Kimia KSK diimplementasikan sekarang, dan ketidakpatuhan pada KSK akan mempengaruhi legitimasi dan kredibilitas OPCW di kemudian hari, sekaligus menjadi hambatan bagi upaya pemusnahan senjata kimia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00