• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Pemberdayaan Untuk Meningkatkan Harkat Perempuan

25 November
12:46 2017
0 Votes (0)

FOKUS VOI : Tindak kekerasan terhadap perempuan sudah menjadi masalah global yang patut mendapat perhatian. Demikian dikatakan Kepala RRI World Service Voice of Indonesia dalam sambutan tertulis pada acara Talk Show Diplomatic Forum di Jakarta Rabu lalu (22/11). Talk Show berkala kali ini mengambil tema Pemberdayaan untuk Meningkatkan Harkat Perempuan untuk memperingati Hari Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia yang jatuh pada tanggal 25 November 2017. 

Dalam acara yang disiarkan dalam bahasa Inggris ini dihadirkan empat narasumber yang semuanya adalah perempuan. Mereka adalah Pelaksana tugas Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Sri Danti Anwar, Perwakilan Badan PBB untuk Perempuan (UN Women) Sabine Machl, Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani, dan Komisioner Komnas  Perempuan Nina Nurmila.

Dalam diskusi terungkap bahwa kekerasan terhadap perempuan masih marak sekali di seluruh dunia. Sabine Machl mengatakan satu dari tiga perempuan adalah korban kekerasan. Hal ini terjadi di negara maju dan juga negara berkembang. Namun dengan penegakan hukum diharapkan kekerasan terhadap perempuan dapat dicegah sebelum itu terjadi.

Ini lebih banyak soal implementasi semua undang-undang di tingkat nasional atau internasional. Satu hal yang penting jika kita punya undang-undang adalah implementasinya dalam bentuk penegakan hukum dan menurut saya ini sangat penting di setiap negara. Untuk bekerja dengan polisi, jaksa dan hakim, benar-benar mengerti apa artinya bila ada kasus seperti kekerasan seksual atau fisik dan apa artinya itu bagi korban. Saya juga ingin mengatakan bahwa yang penting adalah bagaimana kita dapat lebih banyak mengupayakan pencegahan, berbuat lebih banyak agar jangan sampai terjadi tindak kekerasan. Kita harus menanggulanginya.

Sementara itu Komisioner Komnas Perempuan Nina Nurmila mengatakan, delapan puluh persen isu kekerasan terjadi dalam keluarga. Maka ikatan keluarga harus perkuat dengan menanamkan norma anti kekerasan dalam keluarga.

Menanggapi pertanyaan kesiapan Indonesia dalam program Planet 50-50 pada 2030, Pelaksana tugas Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sri Danti Anwar menjelaskan Indonesia telah berusaha meningkatkan peran perempuan dalam politik.

Sejak dua tahun lalu kami tidak hanya berfokus pada keterlibatan 30 persen perempuan dalam partai politik. Kami juga berusaha meningkatkan jumlah 30 persen keikutsertaan wakil perempuan dalam legislative.

Dalam kesempatan ini, hadir pula Roya Rahmani selaku duta besar perempuan pertama dari Afghanistan untuk Indonesia yang berbagi pengalaman negaranya dalam memberdayakan perempuan. Duta Besar Roya Rahmani berharap, Indonesia sebagai negara berpopulasi Islam terbesar di dunia dapat membuka mata dunia, khususnya negara-negara Islam, bahwa banyak perempuan berpendidikan yang turut berkontribusi dalam berbagai isu dunia.

Diplomatic Forum ditutup dengan pernyataan bersama bahwa tanggung jawab kesetaraan gender bukan hanya milik satu lembaga, satu gender, maupun satu kelompok, melainkan milik semua pihak di seluruh dunia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00