• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Indonesia Siap Bantu Atasi Konflik Afghanistan

24 November
13:42 2017
0 Votes (0)

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Ketua Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan Mohammad Karim Khalili beserta delegasi di Istana Bogor Selasa 21 November. Presiden Joko Widodo  saat memberikan sambutannya mengaku senang dapat menerima Mohammad Karim Khalili dan rombongan. Presiden melanjutkan, pihaknya sangat mengerti maksud dan tujuan kedatangan Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan beserta delegasi ke Indonesia, yakni mengupayakan perdamaian serta rekonsiliasi di negaranya. Presiden Joko Widodo berharap Indonesia bisa berperan dalam memediasi agar konflik-konflik yang ada di Afghanistan bisa diselesaikan.

“Menengahi dalam memediasi agar konflik-konflik yang ada di Afghanistan bisa di selesaikan. Kita dianggap yang pertama,  Islam di Indonesia Islam yang moderat. Yang kedua kita dianggap netral, ditengah dan tidak memiliki kepentingan.“

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan, terkait menyelesaikan konflik di Afghanistan, pihaknya telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi untuk ke Kabul November tahun lalu. Ia cukup senang dengan hasil pertemuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan pihak Afghanistan. Presiden Joko Widodo mengatakan, dalam pertemuan kali ini Majelis Tinggi Perdamaian Afghanistan sangat terbuka bila Indonesia bisa berperan dalam menyelesaikan konflik di Afghanistan. Ia pun meminta agar segera disusun jadwal untuk mengundang ulama dari Afghanistan, Pakistan, dan negara lainnya untuk bertemu dengan ulama-ulama Indonesia. Pertemuan tersebut diharapkan bisa menjadi forum untuk mencarikan solusi bagi masalah yang sedang dialami Afghanistan.

Sementara itu Ketua Majelis Tinggi Perdamaian (High Peace Council) Mohammad Khalili menyampaikan rasa bangga berada di Indonesia bersama delegasi dan bertemu Presiden Joko Widodo. Dengan mempertimbangkan pentingnya peran pemerintah dan juga ulama Indonesia, ia  meminta bantuan dalam upaya perdamaian dan stabilitas di Afghanistan. Pihaknya sangat senang permintaan tersebut dipenuhi dan berharap keterlibatan yang lebih erat dari Indonesia dalam proses perdamaian di Afghanistan. Pengalaman Indonesia dalam hal toleransi dan multikultural, menurut Khalili sangat penting untuk diterapkan di Afghanistan. Kunjungan perdana Mohammad Karim Khalili  bersama rombongan ke Indonesia bertujuan untuk bertukar pandangan serta belajar dari Indonesia dalam memupuk persatuan dalam kebaragaman suku, ras maupun agama. Indonesia dinilai negara yang berhasil dalam menangani konflik, seperti konflik bersenjata yang pernah terjadi di Aceh, serta konflik komunal di Ambon dan Maluku.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00