• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Polantas se-ASEAN Sepakat Berlakukan SIM ASEAN

23 November
13:23 2017
0 Votes (0)

FOKUS VOI : 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ASEAN sepakat untuk memberlakukan surat izin mengemudi (SIM) bersama yang dikeluarkan masing-masing negara di seluruh wilayah ASEAN.

Hal ini disepakati dalam pertemuan ASEAN Traffic Police Forum (ATPF) 2017 di Nusa Dua, Bali, pada Jumat (17/11). Forum ini membahas sejumlah program unggulan di bidang lalu lintas ASEAN. Salah satunya yaitu mendorong upaya penerbitan SIM bersama.

Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa dalam Forum Polisi Lalu Lintas ASEAN (ATPF) 2017 mengatakan meski SIM ASEAN belum diputuskan tetapi yang penting sudah disepakati. Dikatakannya, teknis pemberlakuan SIM ASEAN itu akan dibahas dalam pertemuan lanjutan yang lebih khusus untuk menentukan teknis, format dan mekanisme lainnya mengingat rencana tersebut memerlukan keseragaman.

Dia menjelaskan, tata cara atau format berkendara yang berlaku di masing-masing negara ASEAN tidak semuanya seragam seperti salah satunya ada yang menggunakan stir kiri atau kanan untuk kendaraan roda empat atau lebih. Rambu-rambu lalu lintas di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara tersebut juga tidak sama.

Meski tidak semuanya sama, bukan berarti berkendara di negara lain khususnya di kawasan ASEAN akan menemui kesulitan karena sejatinya Indonesia telah mewadahi dengan pemberlakuan SIM Internasional, kata Royke.

Royke Lumowa lebih lanjut mengatakan, Kesepakatan SIM ASEAN,  merupakan satu dari sembilan poin yang dicapai pada Forum Polisi Lalu Lintas ASEAN ATPF yang sebagian besar menekankan keselamatan lalu lintas di jalan raya atau 'road safety'.

Dikatakannya, penekanan terkait keselamatan berlalu lintas menjadi isu yang mengemuka dalam pertemuan itu mengingat angka kecelakaan lalu lintas di kawasan ASEAN dan di Indonesia tiap tahunnya yang masih tinggi.

Royke menyebutkan per tahun sekitar 28 ribu orang meninggal dunia di Indonesia akibat kecelakaan lalu lintas termasuk korban pejalan kaki.

Menurut Royke Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB telah mengamanatkan negara-negara untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas termasuk jumlah korban jiwa hingga 50% setidaknya selama rentang 2014 hingga 2020.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00