• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Konsensus Di Zimbabwe

22 November
13:57 2017
0 Votes (0)

Meskipun tidak mengakui sebagai kudeta, militer Zimbabwe hari Selasa ( 14/11 ) berupaya menurunkan Presiden Robert Mugabe. Hal ini dipicu tindakan Mugabe yang memberhentikan Wakil Presiden Emmerson Mnanggagwa. Langkah itu dilakukan sang presiden untuk memperlancar naiknya sang istri, Grace menjadi presiden.

Robert Mugabe, adalah tokoh pembebasan Zimbabwe dari Inggris tahun 1980. Sebelum merdeka, Zimbabwe bernama Rhodesia. Perjuangannya membawa Mugabe ke tampuk pimpinan pemerintahan sebagai Perdana Menteri. Di tahun-tahun awal kepempimpinannya, Zimbabwe adalah sebuah negara berkembang yang cukup makmur dengan hasil pertanian yang melimpah. Namun manajemen yang keliru, terutama di bidang pertanian, membuat Zimbabwe tidak lagi menjadi lumbung pangan. Untuk membagi lahan kepada para warga kulit hitam, Mugabe memberlakukan Undang-undang land reform yangekstrim,  dengan memaksa warga kulit putih menyerahkan lahan milik mereka.

Adagium yang mengatakan  kekuasaan membawa keserakahan terbukti pada  Mugabe. Ia  mulai kehilangan sikap demokratnya di era 90 an dan memberangus lawan politiknya. Tidak lagi puas dengan jabatan Perdana Menteri, Mugabe mengubah konstitusi dan menjadi Presiden. Memasuki era tahun 2000an hingga sekarang, situasi Zimbabwe makin terjerembab ke dalam kesulitan ekonomi dengan inflasi yang amat tinggi.

Di usia 93 tahun, setelah 37 tahun berkuasa, Mugabe akhirnya mau berkompromi dan bersedia untuk mengundurkan diri. Jika tidak mau mundur, pilihan menurunkan Mugabe adalah memaksanya  keluar atau memakzulkan. Partai pendukung Mugabe, ZANU, sudah mencabut dukungan dan pemakzulan segera dilakukan jika Mugabe bersikeras. Pihak militer pun  sudah menyiapkan sang wakil presiden,  Emmerson Mnanggagwa, sebagai penggganti. Namun upaya Mugabe untuk menempatkan Istrinya Grace sebagai presiden membuat masalah baru di negeri itu.   

Sebagai negara sahabat, Indonesia  tidak mengharapkan terjadi pertumpahan darah dalam pergantian kekuasaan  di Zimbabwe. Mugabe hendaknya mau  berlapang dada untuk melakukan suksesi kepemimpinan di Zimbabwe secara lebih  demokratis.  Ia akan tetap mendapatkan kehormata sebagai seorang pahlawan yang membebaskan negeri dari kolonialisme.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00