• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Tradisi Penguburan Batu Desa Nua Bari

20 November
11:43 2017
1 Votes (5)

VOI WARNA WARNI Desa Nua Bari adalah sebuah desa yang memiliki keunikan dalam hal ritual penguburan jenasah. Setiap jenasah orang yang meninggal biasanya di kuburkan dalam sebuah batu. Menurut kepercayaan masyarakat setempat arwah orang yang dikuburkan tersebut akan berada dalam ketenangan abadi.

Tradisi penguburan jenazah dalam batu tersebut telah berlangsung ratusan tahun hingga sekarang dan menjadi sebuah ritual penguburan jenasah yang memakan waktu,tenaga dan biaya yang besar. Seorang yang berhak dikuburkan dalam sebuah batu dipersilahkan untuk menunjukan batu mana yang akan menjadi tempat berisitirahat dia dalam keabadiannya. Namun penunjukan batu yang akan menjadi tempat istirahat kekalnya biasanya dilakukan jauh sebelum orang itu meninggal.  Secara tradisi yang dikuburkan hanya orang-orang yang dianggap dituakan. Anak-anak dari turunan keluarga tersebut dapat pula dikuburkan apabila kelak mereka diistimewakan oleh masyarakat setempat atau dari kalangan keluarga yang mampu.

Batu kubur tersebut dipahat untuk dilubangkan sebagai tempat menaruh jenazah dengan kedalaman kira-kira 80 cm dan lebarnya sesuai dengan ukuran batu yang di gunakan. Proses pemahatan batu ini memakan waktu kira-kira 3 hari memahat nonstop dengan peralatan yang sederhana.Sedangkan sebagai penutup batu kubur menggunakan lempeng batu. Lempeng batu tersebut diambil dari tempat-tempat yang cukup jauh sehingga membutuhkan banyak tenaga. Jadi dalam hal pembuatan batu kubur seluruh warga kampung memang dilibatkan untuk bergotong royong mempersiapkan tempat keabadian seorang warga yang akan meninggal.

Penduduk setempat membuat kuburan dari batu jauh hari sebelum seseorang meninggal. Ketika masih hidup kubur sudah disiapkan terlebih dahulu. Persiapan kubur ini adalah tradisi yang masih bertahan hingga sekarang. Batu yang diambil dari kali, dipikul dengan berjalan kaki sepanjang 3-4 km. Pengerjaan batu dilakukan di suatu lokasi yang jauh dari Desa. Setelah selesai dikerjakan akan dibawa ke Desa dengan upacara adat. Setiba di rumah,  batu itu dimasukan sebatang pisang.  Hal ini dilakukan karena sda larangan agar tak boleh membiarkan kubur batu itu dalam keadaan kosong hingga pemilik kubur meninggal dunia. Jika kubur ditinggalkan kosong maka manusia yang berumur muda akan menjadi korban. Seseorang yang paling muda dari anggota dalam satu pohon keluarga akan mati mendadak karena kubur tak terisi dengan batang pisang.

Bila seorang anggota dari keluarga meninggal maka jenazah dimasukan dalam kuburan batu dengan posisi sebagaimana layaknya janin bayi saat masih dalam kandungan ibu. Bagi keluarga yang belum mampu melaksanakan upacara adat maka jenazah dikebumikan dalam rumah. Keluarga menggali tanah dalam rumah untuk menguburkan mayat. Kalau keluarga berduka sudah menyiapkan segala keperluan adat kematian maka kubur digali untuk mengambil tulang-tulang dan selanjutnya dimasukan ke dalam peti yang terbuat dari batu itu.demikian informasi mengenai tradisi penguburan batu di desa Nua Bari kabupaten Sikka, Flores. Terimakasih atas perhatian Anda dan sampai jumpa pada Warna Warni edisi berikutnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00