• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Berburu Paus Ala Nelayan Lamalera

13 November
10:38 2017
0 Votes (0)

Berburu ikan paus ala nelayan lamalera, Nusa Tenggara Timur. Tak hanya eksotisnya pulau Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur juga memiliki keunikan budaya di Lamalera. Jika di Greenland Kanada, atau di sekitar Kutub Selatan terdapat tradisi berburu anjing laut dan penguin, maka Indonesia punya tradisi berburu ikan paus. Lamalera, sebuah desa yang terletak di pedalaman Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur. Lamalera terkenal sebagai desa para pemburu paus. Setiap tahunnya desa ini menggelar tradisi berburu ikan paus di laut lepas sekitaran laut Flores, laut Sawu, selat Lamakera hingga selat Alor. Tradisi yang hanya dilakukan oleh nelayan desa Lamalera. Tradisi berburu paus dilakukan di Lembata hanya dengan menggunakan perahu tradisional dan tombak. Paus yang diburu biasanya adalah jenis paus sperma. 

Tradisi Lembata ini cukup mengejutkan, namun paus tidak diburu secara liardi Lembata. Tradisi berburu paus, hanya dilakukan setahun sekali. Setiap tahun, paus bermigrasi di antara Samudra Hindia dan Pasifik selama bulan Mei sampai Oktober, ketika hewan-hewan laut raksasa melewati laut Sawu tepat di depan pintu pulau Lembata. Untuk Lembata, berburu ikan paus dimulai pada 1 Mei mencapai puncaknya pada bulan Juli.Ketika berburu paus diputuskan, sejumlah kapal diparkir di pantai dilepaskan dari tempat penampungan mereka yang sederhana, yang disemangati oleh seluruh dusun, dan rombongan kapal akan berlayar bersama-sama untuk menangkap hasil panen mereka.

Bukan sembarang perburuan, karena perburuan ini tidak  menggunakan jaring ataupun bom ikan. Nelayan di Lamalera turun temurun hanya menggunakan tombak sebagai senjata perburuan mereka di laut lepas.  Betapa kekuatan sepotong besi mampu menaklukan ikan raksasa ini. Tradisi berburu paus dengan alat tradisional yang disebut tempuling itu konon telah berlangsung lama, sejak nenek moyang suku Lamalera menempati tanah Lombelen. Berbagai sumber menyebutkan tradisi semacam ini disinyalir sudah ada sejak abad ke-16. Paledang sebutan perahu yang terbuat dari kayu, perahu yang digunakan untuk berburu. Orang yang bertugas menikam paus disebut Lama Fa. Orang ini berdiri di ujung perahu, buritan atau haluan.

Ketika paus yang diburu mulai nampak, Lama Fa pun beraksi mencari kesempatan untuk menikamkan tempuling di tubuh paus.  Bukan sekadar dilempar ke tubuh paus, si Lama Fa bahkan ikut melompat ke tubuh paus sambil memegang tempuling dan dengan kekuatan penuh menghujamkan tempuling ke tubuh ikan raksasa itu. Pertarungan melawan paus ini tak selalu juga beruntung, terkadang nelayan juga mengalami nasib tidak baik. Terkadang perahu mereka terseret hingga ke laut Kupang bahkan ke laut Australia karena ikan yang ditombaknya terluka dan berusaha kabur.  

Memang telah banyak pihak yang memprotes keras tradisi ini, namun dengan keahlian sang pemburu, mereka meyakinkan bahwa mereka tahu dengan paus yang akan diburu. Mereka tidak memburu paus kecil ataupun paus yang sedang hamil. Pemerintah pun akhirnya membuat tradisi ini sebagai salah satu magnet penarik datangnya wisatawan. demikian informasi mengenai berburu paus ala nelayan Lamalera, nusa Tenggara Timur.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00