• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Indonesia Dorong Ilo Perbaiki Tata-Kelola Migrasi Pekerja

11 November
14:02 2017
0 Votes (0)

VOI FOKUS Pemerintah Indonesia mendorong Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO) untuk memperbaiki tata kelola migrasi pekerja secara global. Kantor Berita Antara, 8 November melaporkan, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Haiyani Rumondang dalam sidang sesi ke-331 Governing Body (GB) ILO di Jenewa, Swiss pada Selasa (7/11) menyampaikan dorongan itu. Haiyani mengatakan tata kelola migrasi pekerja yang adil dan efektif sangat penting guna memastikan perlindungan hak-hak pekerja migran. 

Mengingat perlindungan pekerja migran merupakan isu prioritas bagi Indonesia, Pemerintah Indonesia akan senantiasa mendukung upaya global, termasuk penguatan peran ILO, dalam memperbaiki tata kelola migrasi pekerja di berbagai level. Pernyataan tersebut dia sampaikan di hadapan Direktur Jenderal ILO dan seluruh negara anggota, wakil pekerja dan pengusaha anggota Governing Body ILO.

Haiyani Rumondang menambahkan Indonesia mendukung inisiatif ILO untuk meningkatkan bantuan teknis kepada negara-negara anggota dalam hal pengembangan ketrampilan bagi pekerja migran agar dapat selaras dengan permintaan pasar kerja global. Menurut Hayani, Indonesia juga telah mengembangkan berbagai program pelatihan guna meningkatkan ketrampilan dan kompetensi para pekerja migran Indonesia yang dilaksanakan oleh 281 pusat pelatihan di berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib mengatakan, dalam pertemuan ini, Governing Body telah menyetujui Rencana Aksi ILO untuk Tata Kelola Migrasi Pekerja yang Efektif dan Adil. Rencana Aksi tersebut merupakan tindak lanjut resolusi yang disahkan dalam pertemuan Internasional Labour Conference (ILC) pada Juni 2017 dan akan diimplementasikan dalam lima tahun ke depan. Dubes Hasan Kleib menambahkan dalam implementasi Rencana Aksi tersebut, ILO berencana akan mengembangkan database ILOSTAT (ILO database of labour statistics) mengenai migrasi pekerja di berbagai kawasan dengan merujuk pada model yang selama ini telah dikembangkan oleh ILO di ASEAN. Hal tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Republik Indonesia  untuk terus mengembangkan database pekerja migran yang terintegrasi guna meningkatkan upaya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00