• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hari Ini Dalam Sejarah

Hari Ini Dalam Sejarah

9 November
13:30 2017
0 Votes (0)

VOI HDS Kami awali Hari ini Dalam Sejarah dengan Kristallnacht, dikenal pula dengan nama Reichskristallnacht, Pogromnacht, Malam Kristal dan Malam Kaca Pecah, yang dimulai pada 9 November 1938. Malam itu hingga 10 November 1938 sekitar 8.000 toko dan ribuan rumah milik orang Yahudi dihancurkan di beberapa kota di Jerman dan Austria. 1.668 sinagoga dihancurkan dan 267 di antaranya dibakar. Sekitar 90 orang Yahudi dibunuh dan 30.000 di antaranya dimasukkan ke kamp konsentrasi. Selain itu, tentara Nazi Jerman dan rakyat sipil pendukungnya juga menghancurkan kaca-kaca di bangunan milik Yahudi dengan palu godam mereka sehingga pecahan kaca bertebaran di jalanan; sehingga kemudian malam itu disebut sebagai "Malam Kaca Pecah".

Kami lanjutkan ke 9 Nopember 1953, Kamboja merdeka dari Perancis.

Negara Kamboja adalah nama resmi dari Kamboja 1989 sampai 1993. Berdasarkan konstitusi 1993, Kamboja adalah negara kerajaan yang menganut sistem demokrasi liberal, pluralisme dan ekonomi pasar. Kamboja dijadikan daerah Protektorat oleh Perancis dari tahun 1863 sampai dengan 1953, sebagai daerah dari Koloni Indochina. Setelah penjajahan Jepang pada 1940-an, akhirnya Kamboja meraih kemerdekaannya dari Perancis pada 9 November 1953. Kamboja menjadi sebuah kerajaan konstitusional dibawah kepemimpinan Raja Norodom Sihanouk.

Raja Kamboja menjabat sebagai Kepala Negara, tetapi tidak memerintah. Pemerintahan dipimpin oleh Perdana Menteri dengan dibantu oleh para menteri yang tergabung dalam Dewan Menteri. Kamboja berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di utara, Vietnam di timur, dan Teluk Thailand di selatan. Sungai Mekong dan Danau Tonle Sap melintasi negara ini. 

Kami akhiri Hari Ini dalam Sejarah pada 9 Nopember 2005 terjadi Serangan bom bunuh diri di 3 hotel di Amman, Yordania, menewaskan 60 orang.Serangan bom bunuh diri di tiga hotel di ibu kota Yordania, Amman yang terjadi sekitar pukul 21.00 malam waktu setempat terjadi di Hotel Grand Hyatt, Radisson Sas, dan Hotel Days Inn. Lokasi ketiga hotel tidak terlalu berjauhan dari kawasan bisnis Amman. 60 orang tewas dan 115 orang terluka dalam ledakan beruntun ini. Sebagian besar korban adalah warga Yordania. Mereka sedang menghadiri sebuah pesta perkawinan di Hotel Radisson. Ledakan juga melukai warga negara asing lain, yakni warga Cina, Palestina, dan Israel. Jaringan Al-Qaidah di Irak pimpinan Abu Musab al Zarqawi melalui pernyataan di sebuah situs internet menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom itu. Kelompok ini menyerang hotel-hotel karena dianggap menjadi sarang musuh yaitu, orang-orang Yahudi dan kaum salibis. Dalam serangan bom bunuh diri di tiga hotel di ibu kota Yordania  itu, tiga warga negara Indonesia turut menjadi korban.  Menurut penjelasan Departemen Luar Negeri, salah satu warga Indonesia yang menjadi korban adalah Pingky Safira. Saat kejadian, warga Bintaro, Jakarta Selatan, ini sedang menyanyi di Hotel Grand Hyatt, Yordania tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00