• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Muhibah Donald Trump Ke Timur Jauh

8 November
14:05 2017
0 Votes (0)

Sejak akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump memulai muhibahnya selama 12 hari ke 5 negara Asia Timur dan Tenggara yaitu, Jepang, Korea Selatan, RRT, Vietnam dan Filipina. Negeri pertama yang ia kunjungi adalah Jepang untuk bertemu dengan para pemimpin Jepang termasuk Kaisar Akihito. Hubungan Jepang dan Amerika Serikat semakin mesra setelah Perdana Menteri Shinzo Abe melakukan kunjungan ke AS beberapa waktu lalu. Jepang merapat ke AS setelah Korea Utara beberapa kali melakukan uji coba rudal jarak jauh dan jarak menengah.

Selain soal politik, Abe nampaknya ingin Amerika Serikat tetap meneruskan program Trans Pacific Partnership (TPP). Tidak lama setelah menduduki jabatannya, Presiden Donald Trump menandatangani pengunduran diri AS dari kelompok kemitraan ini. Namun, meski ada kecenderungan proteksionis, Trump belum menarik  AS dari APEC.

Setelah Jepang, negara berikut yang disinggahi Trump adalah Korea Selatan. Kunjungan ini jelas untuk menunjukkan dukungan Trump kepada Korea Selatan sekaligus unjuk diri kepada Korea Utara.

Melanjutkan muhibahnya di Timur Jauh, Presiden Donald Trump juga mengunjungi RRT. Trump ingin RRT memainkan peran yang lebih kuat untuk memaksa Pyongyang menghentikan program yang provokatif ke negara tetangganya; Korea Selatan dan Jepang. Selanjutnya  Presiden Donald Trump akan  melanjutkan perjalanannya ke Vietnam untuk menghadiri KTT APEC.

Tampaknya, kehadiran  Trump di KTT APEC lebih kepada menegaskan sikap bahwa AS masih ada di kawasan walaupun tidak ikut dalam Trans Pacific Partnership TPP. Filipina adalah negeri Asia terakhir yang akan dikunjungi Trump dan kabarnya ia akan berada lebih lama di sana.

Diharapkan,   kunjungan Trump bukan sekedar bertandang ke negara-negara sekutunya seperti Jepang, Korea Selatan dan Filipina. Yang lebih penting adalah bagaimana AS memainkan peran bersama untuk mengatasi krisis nuklir Korea Utara, dan masalah di Laut China Selatan. Karena jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, imbasnya akan menimpa semua negara di kawasan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00