• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Diplomasi Indonesia Di Dunia Internasional

7 November
14:02 2017
0 Votes (0)

VOI FOKUS Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ananto Kusuma Seta mengatakan delegasi Indonesia pada Sidang Umum Organisasi PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan UNESCO yang berlangsung di Paris mengundang beberapa negara anggota UNESCO pada acara resepsi. Dalam resepsi tersebut Indonesia menggalang dukungan agar masuk dalam keanggotaan Badan Eksekutif UNESCO periode 2017-2021. Ananto Kusuma Seta seperti dikutip Kantor Berita Antara Jumat mengatakan pertemuan tersebut terkait dengan pemilihan anggota Badan Eksekutif UNESCO dalam Sidang Umum UNESCO Rabu (07/11). Acara resepsi makan siang itu dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, sebagai Ketua Delegasi RI di Sidang Umum UNESCO, Duta Besar RI untuk Prancis/Delegasi Permanen RI untuk UNESCO Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar/Alternat Delegasi Permanen RI untuk UNESCO T. A. Fauzi Soelaiman, Ketua Harian Komisi Indonesia untuk UNESCO, Arief Rachman, serta Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Muhadjir Effendy, dalam sambutannya pada resepsi itu menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini dan memohon dukungan bagi Indonesia yang tengah mencalonkan diri menjadi anggota Badan Eksekutif UNESCO. Muhadjir mengatakan, seperti yang disampaikan dalam sambutannya pada sidang umum sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia telah mencalonkan diri menjadi anggota Badan Eksekutif UNESCO untuk tahun 2017-2021. Ia mengatakan atas nama 250 juta rakyat Indonesia, yang berasal lebih dari 500 kelompok etnis dan menggunakan lebih dari 700 bahasa, serta sebagai negara kepulauan terbesar dengan sekitar 17.000 pulau, Indonesia memahami kesulitan dan ancaman yang berasal dari perubahan iklim dan bencana alam seperti negara-negara tetangga di Pasifik Selatan.

Lebih lanjut Muhajir mengatakan Indonesia adalah negara yang diberkati dengan keragaman alam dan budaya yang besar serta pluralitas sosial dan agama. Namun bangsa ini hidup dalam kedamaian dan harmoni sebagaimana tercermin dalam Motto Nasional, Bhinneka Tunggal Ika, Kesatuan dalam Keaneka-ragaman.

Indonesia menjadi anggota UNESCO sejak tahun 1950. Sebelumnya Indonesia pernah menjadi anggota Badan Eksekutif UNESCO dari 2011-2015. Indonesia mendukung pendidikan untuk semua, kesetaraan jender, toleransi dan pemahaman antara agama, kepercayaan, dan budaya. Menteri Muhadjir juga mengatakan  Indonesia selalu menjadi pemain aktif dalam menjaga perdamaian internasional dan mencapai kemakmuran global dan pendukung multilateralisme. Muhadjir mengatakan bahwa ia menghargai dukungan penuh dari negara-negara sahabat, untuk pencalonan Indonesia dan menjadikan UNESCO sebagai tempat bagi semua serta rumah yang damai untuk umat manusia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00