• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pesona Indonesia

Tradisi Tiwah

7 November
09:56 2017
0 Votes (0)

VOI PESONA INDONESIA Dengan budaya yang amat kaya, Indonesia punya beragam ritual atau tradisi yang digelar dari sejak kelahiran hingga kematian. Menariknya, semua ritual ini unik dan berbeda satu sama lain. Seperti ritual kematian yang digelar oleh masyarakat Dayak di Kalimantan. Mereka menggelar tradisi Tiwah, yakni prosesi mengantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka. Nantinya, mayat ini akan dibakar. Tradisi ini bertujuan untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah sanak saudara menuju Lewu atau Surga. Selain itu, dengan digelarnya ritual ini, masyarakat setempat percaya, mereka dapat lepas dari kesialan dan pengaruh-pengaruh buruk. Tradisi ini pun sekaligus dilakukan untuk memutuskan status janda untuk istri yang ditinggalkan. Setelah tradisi ini dilakukan, sang janda diperbolehkan untuk kembali menikah atau tidak menikah.

tidaklah mudah, untuk menggelar tradisi Tiwah. Diperlukan persiapan yang cukup panjang dan dana yang tidak sedikit. Selain itu rangkaian prosesi Tiwah juga memakan waktu yang panjang, bisa hingga sebulan lebih. Karenanya waktu penyelenggaraannya tidak ditentukan. Bisa dilakukan kapan saja, bergantung kesiapan keluarga yang ditinggalkan. Ritual Tiwah biasa dilaksanakan oleh aliran kepercayaan Kaharingan yang ada di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ritual yang sudah ada sejak dahulu kala dan diwariskan secara turun temurun ini sudah menjadi budaya icon bagi masyarakat Dayak terutama yang ada di Kalimantan Tengah.

Dalam pelaksanaan acara Ritual Tiwah, biasanya juga dilaksanakan ritual lain sebagai pelengkapnya. Seperti misal diadakannya upacara Tantulak dan juga beberapa acara lainnya seperti acara penombakan hewan- hewan kurban seperti kerbau, sapi dan babi. Dalam kepercayaan Kaharingan Suku Dayak, seseorang yang telah mati harus diantarkan lebih dulu menuju Bukit Malian. Dari sana, sang arwah akan menanti untuk pergi ke Ranying Hattala Langit (Surga) sampai keluarga yang masih hidup melakukan tradisi Tiwah.

Umumnya, tradisi ini hanya diadakan jika ada salah satu ketua adat Suku Dayak yang meninggal. Di dalam prosesi ini, pembakaran tak hanya dilakukan kepada sang ketua adat saja, tapi juga jenazah lain yang telah dikubur.Jadi, sejumlah jenazah yang telah dikubur akan digali lagi. Sejumlah jenazah baik yang masih baru atau yang telah jadi tulang pun akan dibakar  bersamaan dengan sang ketua adat. Tradisi ini pun digelar meriah, melibatkan hampir seluruh masyarakat kabupaten dan dijadikan ikon wisata.demikianlah edisi Pesona Indonesia kali ini, dengan topik Tradisi Tiwah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00