• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Indonesia Siap Hadapi Perang Dagang Sawit Dengan Eropa

6 November
14:12 2017
0 Votes (0)

VOI FOKUS Pemerintah Indonesia siap menghadapi perang dagang yang dilancarkan negara-negara Eropa, antara lain dalam bentuk kampanye negatif terhadap sawit nasional. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam Konferensi Sawit Internasional (Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2017 di Nusa Dua, Bali, Jumat 03 Oktober 2017 seperti dirilis Antara  mengatakan, selama ini isu-isu negatif terhadap minyak sawit (CPO) semata-mata merupakan persaingan tidak sehat antara minyak nabati. Menurut Enggartiasto Lukita,  Indonesia tidak keberatan dengan berbagai ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit Indonesia yang masuk ke pasar mereka.

Namun demikian pemerintah Indonesia menilai ketentuan-ketentuan yang diterapkan tersebut bersifat diskriminatif hanya dikenakan terhadap produk sawit sedangkan minyak nabati lain dari negara-negara Eropa tidak dikenai. Padahal minyak sawit merupakan komoditas perkebunan yang paling sedikit menggunakan lahan serta paling hijau dibandingkan minyak nabati lain seperti bunga matahari ataupun rapeseed yang dibudidayakan di Eropa. Enggartisto Lukita menjelaskan, bahkan dari sisi kesehatan, tuduhan mereka bahwa minyak sawit memiliki dampak negatif selama ini juga tidak terbukti secara ilmiah, berbeda dengan minyak dari produk hewan. Begitu juga tuduhan penggunaan tenaga kerja anak serta kesejahteraan petani, penyebab kebakaran lahan dan hutan tidak terbukti,  karena industri sawit sangat taat memenuhi aturan yang ditetapkan. Jadi isu yang terus menerus dihembuskan pada industri sawit tersebut bagian dari perang dagang dan persaingan.

Menteri Perdagangan  Enggartiasto Lukita  mengakui, selama ini seluruh pemangku kepentingan industri sawit di Tanah Air, baik pemerintah maupun pelaku usaha lebih menempuh cara-cara bertahan menghadapi serangan dagang yang dilancarkan Eropa melalui kampanye negatif pada sawit. Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh pemangku kepentingan industri sawit di Indoneisa  bersatu menghadapi isu-isu negatif yang selalu dilancarkan mereka.  

Terkait langkah nyata yang akan dilakukan pemerintah dalam menghadapi serangan terhadap industri sawit nasional oleh Eropa,  Enggartiasto Lukita  menegaskan,  pihaknya siap menghentikan impor bubuk susu dari Eropa yang dinilai juga mengganggu produksi peternak sapi perah dalam negeri. Selain itu, tambahnya, bisa saja Indonesia menghentikan ekspor minyak sawit ke Eropa dalam satu bulan yang pasti akan berdampak terhadap seluruh kehidupan mereka terutama saat musim dingin.

Menyinggung pembukaan pasar baru  minyak sawit di luar Eropa, Menteri Enggartiasto Lukita menyatakan, pemerintah siap melakukan hal itu.
Disisi lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan industri kelapa sawit berperan mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Sebanyak 14 juta keluarga menggantungkan hidupnya di industri kelapa sawit. Diketahui, pada 2016 kelapa sawit dan produk turunannya menyumbang nilai ekspor sebesar 17,8 miliar dollar Amerika  atau sekitar  240 triliun rupiah,  naik 8 persen dari tahun sebelumnya.

Darmin Nasution dalam Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) di Bali Nusa Dua Conference Center, Bali, Kamis menjelaskan,  industri kelapa sawit berbeda dengan industri perkebunan lainnya. Dalam industri kelapa sawit telah mempunyai mekanisme kerja sama antara perusahaan besar dengan petani untuk mendapatkan bibit unggul kelapa sawit. Meski demikian, ia menilai industri sawit masih ada  masalah, salah satunya mengenai lahan. Oleh karena itu, pemerintah ikut menyelesaikan masalah tersebut dengan peremajaan lahan atau penanaman kembali di perkebunan lahan sawit. Ia berharap dengan upaya itu dapat   meningkatkan produksi kelapa sawit. Selain itu,  pemerintah perlu perkuat dan percepat pelaksanaan Indonesian Sustainable Palm Oil System (   ISPO ), standar kelapa sawit Indonesia. Dengan demikian   Indonesia semakin tegak menghadapi dinamika dan masalah di dunia Internasional.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00