• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Provinsi Sumbar Manfaatkan Kaliandra Sebagai Energi Ramah Lingkungan

4 November
09:36 2017
0 Votes (0)

VOI WARNA WARNI Bicara soal energi, biasanya yang diingat adalah minyak, gas, atau batu bara. Energi konvensional yang biasa disebut energi fosil perlahan mulai ditinggalkan. Tren baru di dunia saat ini adalah mengembangkan energi terbarukan. Negara-negara maju saat ini sudah mulai meninggalkan energi fosil yang dinilai ‘mengotori' dan berlomba mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.Terkait pengembangan energi terbarukan, warna-warni kali ini mengenai pemanfaatan tanaman kaliandra sebagai sumber energi terbarukan.

pada era globalisasi, segalanya membutuhkan listrik. Ketergantungan masyarakat terhadap listrik kian tinggi dengan meningkatkan produk-produk elektronik, seperti smartphone, LED TV, tablet, laptop, dan lain sebagainya. Mau tidak mau, setiap orang kini memiliki salah satu diantara produk elektornik tersebut untuk memperoleh akses informasi yang serba digital. Apalagi Indonesia merupakan pasar utama produk-produk elektronik tersebut.

Terkait hal tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai perusahaan pemasok listrik tunggal di Indonesia, harus meningkatkan suplai listrik ke masyarakat. Akan tetapi, PLN menghadapi berbagai kendala, salah satunya terbatasnya sumber daya pasokan listrik. Melihat hal tersebut,  Pemerintah Provinsi-Pemprov Sumatera Barat mendorong masyarakatnya untuk memanfaatkan hutan sebagai lumbung energi dengan menanam tanaman Kaliandra khususnya kaliandra merah. Tanaman ini memiliki potensi jadi bahan bakar ramah lingkungan.

Tanaman kaliandra merah sendiri merupakan jenis tanaman perintis yang mudah dan cepat tumbuh di lahan miskin hara, miskin air dan bisa menyuburkan tanah melalui fiksasi nitrogen dalam tanah. Pohon Kaliandra Merah mengandung kalori mendekati batubara dan bisa menjadi energi alternatif.

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Hendri Octavia di Padang, menjelaskan tanaman Kaliandra merupakan tanaman perdu yang mempunyai batang berkayu, bertajuk lebat, dapat mencapai tinggi hingga 45 meter. Sistem perakaran tanaman Kaliandra dapat membentuk bintil akar yang berfungsi menyerap nitrogen dan menjadikan tanah subur. Kayunya juga bisa digunakan untuk kayu bakar, namun uniknya tidak mengeluarkan asap saat dibakar. 

Hendri menambahkan, kayu Kaliandra memiliki berat jenis antara 0,5 - 0,8 dan dapat menghasilkan panas sebanyak 4200 kkal/kilogram sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pelet kayu. Pelet kayu adalah bahan bakar berbasis biomassa yang lebih ramah lingkungan dari batu bara.

Untuk membudidayakan tanaman kaliandra juga mudah, dimulai dari pembibitan, dan penanaman. Bibit kaliandra dapat diperoleh dengan mendapatkan bibit unggul atau dengan memotong-motong tanaman kaliandra yang sudah tua dan sehat dengan ukuran panjang kurang lebih 20-30 cm.

Sementara itu proses tanam kaliandra hanya dengan cara menancapkannya pada tanah tanpa harus menggemburkan tanah terlebih dahulu. Panen tanaman Kaliandra untuk daun dan buah bisa dilakukan setelah masa tanam mencapai satu tahun.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00