• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Bilik Sastra

Kenangan , Cinta dan Sejarah di Kota Tua

27 October
21:15 2017
0 Votes (0)

Kenangan , Cinta dan Sejarah di Kota Tua 

     Oleh : Raidah Athirah 

 

Zofia bersama Khalid  berdiri  di ujung dermaga kayu di sebuah kota yang mengenalkan mereka  pada jejak sejarah  .Kota ini  bernama Gdansk.Inilah api semangat pertama yang membawa mereka  menjelajah sejarah kota tua di tanah penganut Katolik .Sedari awal mereka menyadari bahwa kota ini tentulah istimewa.Entah apa yang mula -mula mendorong mereka  sampai semangat menjalar berapi-api tak terbendung ingin mengenal  sejarah kota ini lebih jauh.Satu hal yang pasti ,  keyakinan bahwa sebuah kota menyimpan cinta dan sejarah dari orang-orang terdahulu . Sejarah perlu dipahami  agar cerita kelam dari sebuah peristiwa  tidak pernah terulang .Kenyataannya , manusia memang diberi sifat lupa bahkan sebagian generasi menganggap cerita sejarah hanya bayang-bayang yang tak nyata.

 

 

Khalid Abdullatif , pemuda Suriah ini  hendak mengubur semua kenangan pahit nan berdarah-darah tentang perang yang meluluh lantakkan kota dan cintanya .Kadang ia berfikir bahwa ia seperti baru keluar dari kuburan .Tidak ada lagi tawa ibu dan kedua adik perempuannya di apatermen yang memiliki dua ruangan .Khalid telah yatim sejak berusia lima bulan.Ia kini benar-benar menjadi yatim piatu setelah berhasil selamat ketika bom menutupi   seisi kota .Ia masih mengingat tubuh manusia yang tergeletak di jalanan .Khalid adalah tipe pemuda dengan pembawaan optimis dan tenang. Ia merupakan mahasiswa semester ketiga  di fakultas kedokteran ketika perang mulai membara di negerinya.

 

Ia memegang dadanya .Sakit itu masih ada .Duka itu masih membekas.Khalid masih mengingat  saat ia melangkah mendekati  jendela dan menyibak kain gorden .Pemandangan yang ia dapati  membuat ia hanya bisa menutup mulut setelah  sebuah sedan yang dirasuki setan memuntahkan peluru api ke seantero jalanan .Darah dan bagian tubuh manusia tercecer .Korban adalah tetangganya,laki-laki tua yang memaki marah kepada pemerintah karena damai tak kunjung tiba.Tetangganya merupakan seorang Alawite yang sudah kadung kesal kepada penguasa yang semena-mena .Dan beginilah akhir hidup laki-laki tua  malang ini .

 

Ujian pemuda ini sungguh berat .Ia bercita-cita ingin menjadi dokter agar bisa mengobati manusia ,apapun agamanya.Namun hari-harinya dipenuhi ujian menyaksikan keluarga yang tewas dan ribuan orang yang terbunuh seakan nyawa manusia sudah tak berarti.Zofia menghapus airmata Khalid , ia paham suaminya masih terperangkap dalam memori yang penuh luka.

" Aku baik-baik saja , Habibty ", Khalid menghapus tetesan bening itu dari  bola matanya agar timbul senyum di bibir istrinya.

" Tidak ..... , kau tidak baik-baik saja .Hidungmu merah karena sedih ." Zofia membalas ucapan Khalid dengan nada serius .

" Oh , hidungku merah karena dingin .Kau lihat...... ", Khalid menunjuk hidung mancungnya yang memerah sambil sesekali menggoda Zofia.

 

Pengantin itu  berharap dalam suatu masa Allah , Tuhan Yang Memberi Rezeki mengizinkan kaki mereka  kembali bersama orang-orang tercinta menjejak rindu di kota ini.

 

 

Gdank memang menakjubkan .Gadis-gadis berambut pirang dengan postur tubuh tinggi sebagaimana ras perempuan belia Eropa  berlalu-lalang di jalanan yang telah berumur ratusan tahun silam. Mata mereka menggoda sebagaimana warna-warni atap gedung yang menarik paksa retina menoleh ke langit kota.Akan tetapi tak sedikitpun Khalid tergoyah.Hatinya telah tertambat pada perempuan cantik zahir dan batinya , Anna Zofia Winieska .

 

 

Gdansk atau Danjig dalam dialek Jerman merupakan kota megah di Polandia yang gerejanya berbata merah dan berwarna-warni .Rumah-rumah pun berhias warna.Setiap pelancong yang berkunjung kesini pasti tersentak dengan keindahan yang unik dari kota sejarah .Apa yang mereka kata tentulah rasa yang nyata bahwa berjalan-jalan  di sepanjang jalan Gdansk seperti melangkah ke dalam telur Faberge.Berkilau.Bercahaya.Dan Zofia  mendapati dirinya  sebagaimana anak kecil yang baru belajar tentang sejarah masa silam.Terpukau .Rasanya  menggebu-gebu.

 

 

Selain rumah-rumah unik  yang terkenal , Gdansk merupakan tempat tua paling indah di Eropa Tengah .Jalanan hidup dan riang.Namun banyak  yang tak tahu bahwa pada 1 September 1939 , hampir 75 tahun yang lalu Adolf Hitler menyerang kota ini  yang kemudian memicu terjadinya Perang Dunia II.Pada akhir perang , hampir delapan puluh persen  kota telah hancur , jalanan utama dengan rumah-rumah cantik itu tinggal puing-puing yang berserakan.

 

Gdansk memiliki sejarah panjang  yang merekat kuat dengan peristiwa Perang Dunia II.Tak bisa dipungkiri kota ini adalah rumah bagi orang-orang Yahudi yang mendiami tanah Polandia sejak abad ke-11.Kisah tentang Yahudi dan Gdansk merupakan kisah sejarah panjang nan berliku. Satu tahun setelah peristiwa ini banyak dari kaum Yahudi yang melakukan imgrasi besar-besaran ke tanah Palestina.

 

Perjalanan adalah cinta antara hamba dan Sang Pencipta.Pada setiap langkah, pada setiap karunia , pada perihnya kehilangan , selalu ada beragam hikmah .Namun ada satu alasan yang menjadi titik terdalam yakni semuanya hadir karena Tuhan Yang Maha Penyayang ingin mereka paham bahwa pernikahan adalah jalan awal mengenal cinta .Perjalanan ini tak lebih dari kisah cinta antara keduanya untuk mengenal Tuhan.

 

Mengapa tak melangkah dan membiarkan semua sakit terlupakan ? Gdansk mewakili cermin sejarah.Yang lalu telah berlalu.Yang sakit hilang di telan masa.Begitu yang setiap orang pikir kepada Khalid.Laki-laki bersahaja ini perlu waktu untuk melupakan semua derita yang ia lalui.Perang telah merampasnya.Aleppo , kota sejarah tanah moyangnya kini terkoyak dalam darah dan tangis .Apakah ia tak boleh bersedih ? Dan Gdansk mengingatkannya tentang cintanya kepada ayah -bunda dan keluarga yang telah tiada

 

Gdansk tidak hanya memiliki Museum Amber.Saat kelelahan telah menghampiri raga , pengantin itu singgah menyantap kuliner di Bar Mleczny Neptun .Mereka menghindar dari semua jenis makanan yang berisi daging karena tak bisa dipungkiri daging babi sudah kadung menjadi makanan yang sangat disukai di negeri ini.Dimanapun dan kapanpun identitas sebagai muslim haruslah tertanam kuat dalam hati .Tak akan menyerah hanya karena  dorongan nafsu perut  sesaat.

 

Bar Mleczny Neptunpunya sejarah tersendiri di masa komunis masih bertahta .Mlecnzy yang berarti susu  dan Bar semacam kafetaria  merupakan tempat bagi para pekerja rendahan yang tidak mampu untuk membeli makanan yang kemudian disubsidi oleh pemerintah .Susu merupakan makanan harian  yang diolah ke dalam berbagai jenis pangan di negeri ini. Bar Mlecnzy kemudian menjadi nama populer di kafe-kafe Polandia walaupun nyatanya kafe-kafe itu  tidak hanya menjual susu.

 

 

Semua orang yang baru pertama kali melangkahkan kaki di Gdansk pasti terperangah memandang keindahan kota yang langka, yang  kemewahannya  berkilau di berbagi sudut .Apa yang membuat Gdansk begitu memikat ? Gdansk selalu menimbulkan kekaguman dan cinta.

 

Dan cinta membawa mereka  kesini.Menelusuri  tetes sejarah yang tinggal dikenang.Gdansk dipuji dalam rangkaian bait puisi .Bukan hanya itu, keindahannya pun ditulis dalam monograf ilmiah tentang sejarah arsitektur Eropa.Zofia dan Khalid mendefenisikan cinta bersama , cinta yang mengikat mereka menjejak di kota tua , Gdansk.

 

Bukankah cinta tak sekedar mimpi melainkan sebuah harapan ? 

Bukankah cinta bukan tentang apa yang didapat melainkan tentang apa yang bisa diberi kepada yang dicinta ? 

Bukankah cinta bukan apa yang dilihat oleh mata  melainkan  apa yang terasa dalam dada ? 

Bukankah cinta , yang jauh terasa dekat dan yang tiada terasa ada ? 

 

Cinta bukan sekadar lembaran-lembaran puisi 

Cinta adalah kata hati dua insan yang terikat  mencinta 

Cinta tak mengenal sempurna , cinta hanya perlu diterima dan dimengerti .

Cinta yang terikat tulus dan diridhoiNya akan menghadirkan bahagia untuk hati yang saling mencinta.



Setiap yang datang ke kota tua Gdansk seperti sedang berdialog dengan sejarah.Zofia  , Khalid  dan kaki-kaki yang melangkah ke kota ini akan paham akan sebuah kalimat bahwa  laki-laki Polandia terlahir dengan pedang di tangan kanan dan batu bata di kirinya.Ketika pertempuran berakhir , ia mulai membangun kembali puing-puing itu menjadi bata sejarah.Ini adalaj bukti bagaimana wajah Gdansk ditampilkan dari masa ke musim yang masih tetap utuh dipandang di sepanjang kota.Dan dalam merah  darah Zofia mengalir  sifat kerja keras yang dibalut  keyakinan yang  tak pernah memudar.



Hanya lima belas  menit di sebelah utara , daya tarik lain menghampiri .Kaki-kaki mereka seakan ditarik untuk melihat  Galangan Kapal Gdansk. Di sini, di tempat ini  Lech Walesa  memprakarsai gerakan solidaritas pada tahun 1980 yang akhirnya menumbangkan rezim komunis .Galangan kapal ini kemudian dikenal sebagai " tempat lahir kebebasan" .

 

Sejarah panjang cengkraman Uni Soviet pun tumbang  setelah pemogokan.Saat itu  demonstrasi besar-besaran yang dipimpin oleh Walesa bergerak cepat ke galangan kapal.Dan dunia mengenal peristiwa ini sebagai Solidarity Movement yang menandai berakhirnya era komunis di Polandia.

Beginilah sepenggal kisah dari Galangan Kapal Gdansk.Jelajah mereka  tak berhenti disini .Dekat galangan  kapal , ada sebuah museum yang berjuluk " Jalan Menuju Kebebasan" .Di dalam museum di dapati berbagai kisah dan wajah para pekerja yang berjuang untuk berubah .Bebas dari cengkraman rezim komunis.

 

Sebuah bilik telepon yang khas ditandai dengan nama Automat Nieczynny -" Out of Order " dipajang di museum ini.WC yang biasa dipakai seakan mengajak  merasai hari-hari di masa  hidup begitu diperjuangkan .Sebuah replika dari sebuah toko kelontong khas tahun 1970-an memperlihatkan  hari-hari putus asa ketika  pemerintah mengatur jatah rakyat yang menyebabkan kekurangan pangan merajalela. Mata pun tak melewati   etalase yang penuh dengan roda palsu  berisi  sepotong roti dengan puntung rokok dipanggang di dalamnya, dan rak-rak  hanya diisi dengan cuka dan mustard .Ini  kenyataan hidup pada masa  paceklik di negeri ini.

 

Hampir 20 tahun setelah jatuhnya komunisme, Gdansk berubah. Musim ke musim tetaplah sama tetapi kehidupan manusia terus bergerak .Berubah.Ada yang baik , jauh lebih baik atau sebaliknya semangat itu tertimbun bersama sejarah .Sekitar Perang Dunia II , Gdansk hanya berwajah puing dari pertarungan hawa nafsu manusia .Waktu yang kemudian membuktikan bahwa hanya orang-orang berhati kuat yang mampu bangun dari kuburan kenangan.


Ah , kota ini memang mengagumkan! Dan cinta Zofia dan Khalid  terikat erat  disini.Gdansk , kota cinta bertabur sejarah.Ada kenangan .Ada sejarah .Ada harapan dan juga mimpi .Siapa tahu kelak ,kota sejarah yang bernama Aleppo bisa bangkit layaknya Gdansk . Itu yang menjadi doa dalam hati Zofia dan Khalid  dalam hembusan angin gugur kala itu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00