• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Bahan Bakar Gas Limbah Kopi

11 October
12:26 2017
0 Votes (0)

VOI WARNA WARNI  kenikmatan minum kopi selalu berbanding lurus dengan produksi limbah, baik cangkang kopi maupun ampas kopi itu sendiri. Jika tidak segera diantisipasi, akan merusak lingkungan. Yang menjadi persoalan lingkungan adalah bagaimana caranya merubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.

Terkait pemanfaatan limbah kopi, warna-warni kali ini mengenai bahan bakar gas dari cangkang kopi.

kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. 70% konsumsi kopi dunia berasal dari spesies kopi arabika dan 26% berasal dari spesies robusta.

Indonesia terkenal sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat sekaligus pengekspor kopi robusta terbesar kedua di dunia. Sebagai negara pengekspor kopi robusta terbesar kedua di dunia, tentunya Indonesia juga harus menghadapi permasalahan limbah kopi.Saat panen raya kopi, banyak ditemukan tumpukan yang menggunung dari limbah cangkang kopi ataupun kulit kopi. Limbah tersebut jika dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang benar, akan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar. Karena  limbah kopi itu bersifat asam, sehingga tidak bagus untuk tanah dan berpotensi menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.

Melihat hal tersebut, salah seorang anggota Tim Peneliti Coffee For Social Welfare (CFW) Universitas Jember Soni Sisbudi Harsono memanfaatkan limbah kopi menjadi bahan bakar gas yang bisa digunakan masyarakat untuk memasak kebutuhan sehari-hari. Menurut Soni, sekali musim panen pada bulan Mei hingga September, biasanya limbah kulit kopi yang ada di sekitar perkebunan wilayah Kawah Ijen Bondowoso mencapai 4 ton dan menjadi sampah selama kurang lebih enam bulan.

Setelah enam bulan, limbah kopi sudah bisa dijadikan pupuk organik untuk tanaman kopi. Selama masa tunggu, limbah kopi maupun air yang dihasilkan dari pembiaran bisa merusak kondisi tanah, terutama di musim hujan. 

akibat kondisi tersebut, dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember tersebut bersama dengan mahasiswanya berupaya agar limbah kopi bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Yakni dengan cara menjadikan limbah kulit kopi sebagai bahan bakar dalm bentuk briket.

Proses pembuatan bahan bakar berupa briket berbahan dasar kulit kopi cukup mudah yakni limbah kulit kopi dikeringkan hingga kadar airnya dibawah 12 persen. Kemudian, kulit kopi yang sudah dikeringkan dicampur dengan bahan lain seperti arang sekam atau grajen kayu yang dicampur dengan lem berbahan ketela. Kemudian, campuran tersebut dimasukan pada mesin pencetak lalu dikeringkan.

Soni menambahkan, produksi briket tersebut hanya memerlukan biaya Rp. 6.500 untuk satu kilogram briket yang dihasilkan. 

Soni berharap, briket limbah kopi ini dapat diproduksi secara mandiri dan masal oleh masyarakat di sekitar perkebunan kopi.

demikian Warna Warni kali ini dengan topik “Bahan Bakar Gas Limbah Kopi”. Kita jumpa lagi pada kesempatan lain dengan topik-topik menarik lainnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00