• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Indonesia Dan Yordania Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

9 October
13:14 2017
0 Votes (0)

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi. Dalam pertemuan bilateral di kantor Kementerian Luar Negeri Yordania,  Rabu 4 Oktober 2017, Kedua Menteri Luar Negeri  sepakat meningkatkan kerja sama dalam upaya penanggulangan terorisme. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi  dalam Siaran pers Kementerian Luar Negeri di Jakarta  Kamis, 5 Oktober  mengatakan,  pihaknya  juga sepakat bahwa tantangan saat ini adalah adanya ancaman regionalisasi kelompok terorisme dengan banyaknya petempur teroris asing (Foreign Terrorist Fighters) yang kembali dari beberapa negara di Timur Tengah.   

Dalam pertemuan tersebut, Retno  Marsudi  menyebut situasi di Marawi di negara tetangga Filipina sebagai salah satu contoh dari regionalisasi kelompok teroris. Sementara Yordania merupakan salah satu negara yang warganya menjadi korban karena banyak warganya bergabung menjadi petempur teroris asing. Oleh karena itu, kedua menteri menekankan pentingnya upaya bersama melalui kerja sama dan kemitraan untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia mendorong dimulai pembahasan nota kesepahaman kerja sama penanggulangan terorisme dan radikalisme.

Kedua menteri menyebut, pertukaran informasi dan intelijen, pencegahan pendanaan bagi terorisme, penanganan petempur teroris asing, program deradikalisasi dan dialog antarkepercayaan, serta peningkatan kapasitas sebagai bagian dari cakupan kerja sama. Beberapa area kerja sama yang disebut penting untuk dilakukan dalam upaya penanggulangan terorisme, antara lain pertukaran informasi dan intelijen, pencegahan pendanaan bagi terorisme, penanganan petempur teroris asing, program deradikalisasi dan dialog antarkepercayaan, serta peningkatan kapasitas. Menurut Retno Marsudi, peningkatan kapasitas otoritas keamanan dalam melawan terorisme dan radikalisme sangat penting, untuk itu ia mengundang penegak hukum Yordania untuk ke Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC).

Dalam pertemuan  tersebut,  Retno  Marsudi juga menyampaikan, banyak negara Islam belum  sepenuhnya dapat memanfaatkan potensi yang dimilikinya. MEnteri Retno Marsudi dan Ayman Safadi sama-sama berpandangan, konflik dalam negeri maupun antarsesama negara Islam, selama ini membatasi mereka untuk dapat memajukan umatnya. Dalam kaitan ini, kedua menteri luar negeri   sepakat tentang pentingnya peningkatan kerja sama, baik secara bilateral maupun bersama negara Islam lainnya, untuk memanfaatkan potensi bersama dalam mensejahterakan umat.

Indonesia dan Jordania adalah dua negara di mana Islam, pluralisme dan demokrasi berjalan berdampingan. Retno mengatakan, sebagai negara yang pluralis dan moderat, Yordania, adalah mitra alami dalam menyuarakan Islam Rahmatan Lil’Alamin (agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta ). Dalam pertemuan itu, kedua menteri luar negeri  juga membahas perkembangan situasi Palestina. Retno Marsudi  menekankan pentingnya untuk terus menempatkan isu kemerdekaan Palestina dalam  agenda utama masyarakat Internasional. Kedua Menlu sepakat bahwa tidak ada solusi lain dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara. Secara khusus, Menlu Yordania menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memperjuangkan dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Palestina, termasuk kejadian di Mesjid Al’Aqsa baru baru ini. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Yordania dimulai pada 1950. Kedutaan besar Indonesia di Amman, Yordania, dibuka sejak 1985. Sementara Yordania membuka kedutaannya di Jakarta pada November 1986.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00