• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Presiden Canangkan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal Dan Penyalahgunaan Obat

6 October
13:05 2017
0 Votes (0)

VOI FOKUS Presiden RI, Joko Widodo mencanangkan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara tersebut di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 3 Oktober 2017  menegaskan, negara harus hadir dan memberikan perlindungan kepada segenap bangsa dan seluruh rakyat Indonesia. Menurut Presiden, mengedukasi sangat penting oleh karena itu sekolah, pondok pesantren, para guru penting sekali untuk menjelaskan kepada murid-murid, pelajar-pelajar, betapa sangat berbahaya obat ilegal. Presiden Joko Widodo menginginkan agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) semakin diperkuat terkait kian maraknya peredaran obat ilegal dan narkotika dan obat/bahan berbahaya (narkoba) di kalangan masyarakat.

Penguatan tersebut dimaksudkan agar pengawasannya lebih bisa intensif. Untuk itu menurut Presiden, ke depan akan disiapkan regulasi, sebab penguatan Badan POM salah satunya dapat dilakukan melalui penerbitan payung hukum yang berupa Undang-undang. Presiden Joko Widodo menegaskan, peranan BPOM dirasa semakin penting dalam mencegah peredaran obat ilegal dan narkoba di kalangan masyarakat. Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa fungsi pengawasan yang diemban BPOM bukan merupakan urusan administrasi semata. Semua yang dilakukan harus didasari dengan kesadaran untuk melindungi rakyat dan menyelamatkan generasi muda Indonesia. Ini adalah urusan kehadiran negara dan pemerintah dalam melindungi rakyatnya, urusan menyelamatkan generasi muda yang akan menjadi penerus masa depan bangsa Indonesia. Namun, presiden juga menggarisbawahi, tugas untuk melindungi rakyat dari ancaman narkoba dan obat-obatan ilegal bukan hanya menjadi tugas yang diemban oleh BPOM saja.Semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diminta untuk bekerja sama dalam upaya pemberantasan narkoba.

Sementara itu Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Penny K. Lukito saat memberikan laporan mengatakan, Badan POM terus berupaya memperkuat koordinasi dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal. Hal itu adalah  untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan yang melibatkan instansi lintas sektor sesuai tugas pokok, fungsi dan kewenangannya masing-masing, Hal ini juga mencakup penyalahgunaan dari obat-obat tertentu oleh masyarakat yang sangat membahayakan kesehatan bahkan menimbulkan kematian. Ke depan Penny harapkan segera bergulir Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan yang dapat menjadi payung regulasi sehingga pihaknya makin kuat melindungi masyarakat. Pada  Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal Dan Penyalahgunaan Obat juga dilakukan penandatangan aksi bersama pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat oleh 11 pihak, diantaranya Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan -BPOM, Polri, Kejaksaan Agung, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia, dan  Gabungan Pengusaha Farmasi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00