• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Kunjungan Raja Arab Saudi Ke Rusia, Babak Baru Hubungan Kedua Negara

6 October
13:02 2017
0 Votes (0)

VOI KOMENTAR Kerajaan Arab Saudi dan Rusia memasuki babak baru dalam hubungan bilateral. Kunjungan Raja Salman Abdulaziz Al Saud minggu ini menjadi momentum bagi hubungan kedua negara itu. Dimulai Rabu waktu setempat Raja Arab Saudi itu memulai rangkaian kunjungan kerja dan melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin. Peristiwa ini  dapat disebut sebagai kunjungan bersejarah, karena baru pertama kali dilakukan. 

Arab Saudi sendiri menilai hal ini sebagai   awal penguatan kerjasama dengan Moskow. Isyarat mengenai pentingnya kunjungan kerja disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir. Kedua pemimpin negara dikabarkan tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga memberikan perhatian pada masalah regional.

Secara bilateral, kedua negara tentu berkepentingan untuk membicarakan masalah perekonomian, khususnya pengelolaan dan perniagaan minyak. Arab Saudi sebagai salah satu anggota OPEC, mempunyai kepentingan untuk membicarakan hal itu dengan Moskow.  Rusia dikenal sebagai  salah satu negara penghasil dan pengekspor minyak yang cukup besar. Kerjasama antara Rusia dan Arab Saudi sebagai produsen utama minyak  dunia tentu akan membawa dampak bagi pasar minyak global.  

Dilihat dari kebijakan politik luar negeri Arab Saudi, kunjungan pertama sejak berdirinya kerajaan itu, mencerminkan bahwa Riyadh berusaha mencari mitra strategis baru. Khususnya  melalui kebijakan diversifikasi hubungan hubungan luar negerinya. Kondisi perekonomian negara itu menyebabkan munculnya pemikiran-pemikiran  baru. Seperti,   tidak boleh  bergantung hanya pada satu atau dua negara, meski  mempunyai potensi dan pengaruh global serta kuat secara ekonomi. Kebijakan ini dicerminkan dari lawatan lawatan Raja Salman sebelumnya, antara lain ke Jepang dan Beijing. 

Arab Saudi pasti menilai bahwa Rusia adalah salah satu negara yang menjadi pemain utama dalam percaturan global, dan sangat berperan di kawasan Asia. Bagi Rusia sendiri, peningkatan hubungan dengan Arab Saudi selain bernilai ekonomis, juga dapat menjadi salah satu penguat langkah strategis Rusia di kawasan Timur Tengah. Sebagaimana diketahui, dalam konflik di Suriah misalnya, Arab Saudi dan Rusia berada pada posisi saling bersebrangan. Rusia mendukung rezim Assad, sedangkan Arab Saudi mendukung kelompok yang melawan pemerintah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00