• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Kemlu Dorong UMKM Masuki Pasar ASEAN

5 October
12:41 2017
0 Votes (0)

VOI FOKUS  Kementerian Luar Negeri mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memperlebar sayapnya memasuki pasar ASEAN. Sejumlah CEO perusahaan ternama Indonesia diundang dalam acara CEO Forum 2017 yang digelar di Kementerian Luar Negeri di Jakarta Kamis (28/9) untuk berbagi pengalaman kepada kurang lebih 200 pelaku usaha nasional.

Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir membuka acara CEO Forum 2017 yang digelar sebagai salah satu rangkaian acara peringatan 50 tahun ASEAN tersebut. Dengan mengambil tema "berbagi kisah sukses, pengalaman dan praktek-praktek terbaik", CEO Forum tersebut diadakan untuk memperluas pengetahuan para pelaku usaha Indonesia khususnya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta start-up bisnis agar dapat mengembangkan usahanya di negara-negara anggota ASEAN lainnya.

Wamenlu A.M. Fachir pada sambutannya, di Jakarta, Kamis mengatakan, ASEAN akan semakin menarik untuk bisnis. Masyarakat kelas menengah ASEAN yang diperkirakan akan tumbuh menjadi 400 juta orang pada tahun 2020 akan menjadi sangat menggiurkan bagi pasar UMKM dan startup. Wamenlu di depan para pelaku usaha Indonesia memaparkan, ekonomi ASEAN saat ini menduduki peringkat enam terbesar di dunia dan pada 2050 diperkirakan akan menjadi ekonomi keempat terbesar di dunia. Dikatakannya, dengan nilai perdagangan mencapai 2,6 triliun dolar AS, ASEAN merupakan importir terbesar keempat di dunia setelah Uni Eropa, Amerika Serikat dan Tiongkok. Prospek bisnis di ASEAN menjanjikan optimisme dan sejatinya hal tersebut menjadi pendorong bagi pengusaha Indonesia untuk go ASEAN.

Sementara itu Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Jose Tavares mengatakan bahwa usaha mikro kecil dan menengah UMKM Indonesia berpeluang memperluas pemasaran produknya di negara-negara ASEAN. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan juga ASEAN dengan jumlah total mencapai lebih dari 90 persen dari seluruh perusahaan di ASEAN. Tercatat sedikitnya 720 perusahaan Indonesia yang telah memasuki pasar ASEAN. Jumlah itu menurut Tavares masih terbilang kecil mengingat Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di ASEAN. Dia menyatakan presentase kontribusi UMKM Indonesia di ASEAN pada 2015 hanya mencapai 15 persen. Padahal, Indonesia merupakan anggota ASEAN dengan jumlah UMKM tertinggi sebesar 56,54 juta unit. Presentase tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Thailand. Thailand dengan jumlah UMKM sebanyak 3,5 juta unit mampu memberikan kontribusi sebesar 29 persen bagi ASEAN. Sedangkan Malaysia memberikan kontribusi sebesar 20 persen dari sektor UMKM meski hanya memiliki 600.000 unit UMKM. Tavares mengatakan, untuk mengatasi hal itu UMKM Indonesia harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. fld

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00