• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Pameran: Banda Warisan untuk Dunia

26 September
10:59 2017
0 Votes (0)

VOI WARNA WARNI Perjanjian Breda ditandatangani oleh pihak Belanda dan Kerajaan Inggris di Kota Breda, Belanda. Isi utama dari perjanjian ini adalah kerajaan Inggris harus angkat kaki dari Pulau Rhun, dan sebagai gantinya Belanda menyerahkan Pulau Manhattan yang menjadi koloninya kepada Inggris. Belanda sendiri menjajah Pulau Manhattan pada tahun 1624. Manhattan kala itu dinamai ‘Nieuw Amsterdam’ oleh Belanda. Setelah Belanda memberikan Pulau Manhattan kepada Inggris untuk ditukar dengan Pulau Rhun ( salah satu pulau kecil di kepulauan Banda, Maluku), Inggris mengubah nama ‘Nieuw Amsterdam’menjadi ‘New York’. Belanda rela menukar Pulau Manhattan dengan Pulau Rhun karena pala memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Bahkan kala itu, Belanda memiliki peran penting dalam ekonomi dunia karena memiliki Pulau Rhun.

Banda, khususnya pulau Rhun merupakan bagian penting dalam wilayah NKRI yang dalam sejarahnya telah mengubah tatanan dunia sebagai penghasil rempah dan akar budaya maritim Indonesia. Karenanya, dalam rangka memperingati 350 tahun Perjanjian Breda, sekaligus untuk menyoroti sejarah Banda sebagai penghasil rempah yang kaya dan bagaimana peran Banda sebagai pusat perhatian dalam perdagangan dan politik internasional, sebuah pameran bertajuk Banda Warisan Untuk Dunia digelar. Pameran ini juga menghubungkan episode sejarah tersebut dengan Banda saat ini dan bagaimana Banda menjadi sumber inspirasi dalam karya seni kontemporer.

Pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda akan perannya sebagai penerus sebuah bangsa besar yang sejak dahulu telah memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan dunia.

Yayasan Warisan Budaya Banda menggelar pameran bertema "Banda, Warisan untuk Dunia" pada 20 September hingga 4 Oktober 2017 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran ini juga didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, serta Kedutaan Besar Belanda. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pameran serupa yang sebelumnya telah diadakan di Erasmus Huis, Jakarta, pada 31 Juli hingga 30 Agustus 2017 dan akan dilanjutkan di Banda mulai awal November 2017. Karya-karya yang dipamerkan terdiri dari lukisan, foto, dan benda-benda yang menunjang kehidupan masyarakat Banda serta berlangsungnya kegiatan perdagangan di masa lampau. Tidak hanya melibatkan seniman nasional seperti Hanafi, Titarubi, dan I Made Wianta, pameran ini juga melibatkan seniman internasional antara lain Beatrice Glow dari New York, Isabelle Boon dari Belanda, dan Jez O'Hare dari Inggris. Selain pameran, bentuk kegiatan lainnya yang akan diselenggarakan adalah seminar bertajuk "Banda Dulu, Kini, dan Besok" pada 3 Oktober 2017 di Galeri Nasional Indonesia.

Demikian edisi Warna Warni kali ini dengan tema Pameran: Banda Warisan untuk dunia. Kita jumpa lagi dalam edisi Warna-Warni berikutnya dengan tema-tema menarik lainnya. // Dora

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00