• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Partisipasi Indonesia di Oz Asia Festival 2017

22 September
13:27 2017
0 Votes (0)

Pada 15 Desember 2016, Badan Ekonomi Kreatif(Bekraf) Indonesia menandatangani kerja sama dengan Adelaide Festival Centre Trust, Australia.  Adelaide Festival Centre Trust adalah penyelenggara OzAsia, sebuah festival kesenian internasional pertama di Australia yang fokus terhadap seni kontemporer Asia seperti teater, tari, musik, film, dan visual art.

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan kolaborasi antara Bekraf dan Adelaide Festival Centre Trust sebagai penyelenggara OzAsia Festival. Bertempat di Adelaide Festival Centre dan sejumlah venue lainnya di kota Adelaide, festival tahunan ini mencakup program teater, tari, musik, film, seni rupa, kuliner, diskusi dan lain sebagainya, termasuk berbagai hiburan yang dapat diakses oleh audiens di negara bagian Australia Selatan.

Tahun ini, OzAsia Festival memasuki penyelenggaraan ke-11, berlangsung pada tanggal 21 September hingga 8 Oktober 2017. Tahun ini adalah tahun ketiga OzAsia Festival memprogramkan seni budaya Indonesia secara khusus. Yaitu terdiri dari berbagai pentas dan kegiatan yang melibatkan sejumlah seniman ataupun grup kesenian profesional dari Indonesia, yang mengedepankan unsur kontemporer dari kesenian Indonesia.

Seniman ataupun grup kesenian Indonesia yang pernah diprogramkan di OzAsia Festival antara lain Ega Robot, Eko Nugroho, Eko Supriyanto, Melati Suryodarmo, Mess 56, Papermoon Puppet Theatre, Riau Rhythm, Samba Sunda, Teater Garasi dan Topeng Losari.

Untuk tahun 2017, OzAsia Festival memprogramkan seniman-seniman Indonesia sebagai berikut: Darlane Litaay, koreografer-penari asal Papua yang berkolaborasi dengan Tian Rotteveel, koreografer-penari asal Berlin. Menampilkan proyek tari eksperimental berjudul Specific Places Need Specific Dances, pentas akan berlangsung di Nexus Arts.

Kemudian Filastine & Nova, duo pemusik elektronik dan seniman video asal Barcelona dan Malang yaitu Grey Filastine dan Nova Ruth. Menampilkan pentas multi disiplin antara musik, multi media dan teatrikal bertajuk Drapetomania, juga berlangsung di Nexus Arts.

Jecko Siompo dan Animal Pop Family menyelenggarakan workshop dan demo tari hiphop Papua kontemporer Animal Pop karya Jecko Siompo. Bertempat di studio tari kampus Adelaide College of the Arts dan di Lucky Dumpling Market (area outdoor OzAsia Festival).

Dari grup musik indie ada Mocca, grup musik asal Bandung yang terkenal dengan gaya musik retro, swing, bossa nova dan jazz, lirik lagu berbahasa Inggris, serta aksi panggung yang memikat. Bertempat di panggung utama Lucky Dumpling Market.

Trah dan Under The Big Bright Yellow Sun, dua band indie yang juga berasal dari Bandung. Bersama beberapa band indie dari Adelaide, mereka akan tampil di dalam Air Bandung. Bertempat di Nexus Arts, program ini yang mengetengahkan spektrum musik post-rock yang berkembang di Bandung dan Adelaide.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, seluruh seniman juga terlibat dalam kegiatan artist talk, berbagai pertemuan, serta sesi networking spesifik, demi perluasan jaringan dan kesempatan kerja sama di masa mendatang.// Dora 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00