• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pelangi Nada

Pop

22 September
13:25 2017
0 Votes (0)

Satu lagu Betawi berjudul KICIR-KICIR yang dinyanyikan oleh Heny Poerwonegoro. Dari lirik-liriknya, pendengar lagu ini diajak untuk tidak bersedih hati, dan kembali giat bekerja. Lagu Kicir-kicir sebenarnya hadir dari tradisi pantun nusantara, terutama pengaruh dari pantun dan syair melayu. Hal tersebut tampak dari lirik lagu ini yang terikat oleh rima, jumlah suku kata, dan lirik persis seperti pantun dan syair. Pada lirik pertama dan kedua di setiap bait lagu Kicir-Kicir berisi sampiran dan di dua lirik selanjutnya terdapat isi. Hal inilah yang menandakan bahwa lagu Kicir-Kicir merupakan pengembangan dari bentuk pantun dan syair. Untuk musiknya sendiri, lagu ini telah berkembang, aransemennya lebih modern. Ada yang diaransemen dengan musik elektronik, hip-hop atau rap. Namun aslinya, lagu Kicir-Kicir diiringi oleh kesenian Betawi, Tanjidor Dengan banyaknya aransemen yang ada, tak heran jika lagu ini juga banyak dinyanyikan orang dengan versinya masing-masing. Lagu khas Betawi ini biasanya muncul di acara perayaan Ulang Tahun Jakarta. Selain lagu KICIR-KICIR, lagu masyarakat BETAWI lainnya yang juga tak kalah populer, adalah JALI-JALI.

Lagu JALI-JALI merupakan salah satu lagu khas Betawi. Biasanya dinyanyikan secara bersahutan antara perempuan dan laki-laki. Seperti kebanyakan lagu yang berasal dari Betawi, lirik jali-jali merupakan rangkaian pantun yang dipadukan dengan nada dan musik riang. Lagu ini berfungsi untuk penghibur hati yang sedang berduka atau sedih. Pada setiap bait lagu, baris pertama dan kedua hanyalah sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan pesan yang ingin disampaikan. Lagu ini diyakini lahir dan dikembangkan oleh kaum Tionghoa Peranakan melalui musik tradisional mereka gambang kromong, yang kemudian menjadi musik khas Betawi. Lagu ini dipopulerkan oleh M. Sagi yang merupakan pimpinan orkes kerontjong M. Sagi pada tahun 1942. Karena kental dengan budaya Betawi lagu jali-jali kemudian menjadi lagu rakyat Betawi. Terlebih jali-jali sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Betawi. Jali-jali adalah sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah masyarakat Betawi. Buah Jali-Jali oleh anak-anak Betawi sering  digunakan sebagai pelor senapan mainan mereka. Sedang oleh kaum ibu, tanaman tersebut diolah menjadi Bubur Jali. Mengakhiri pelangi nada kali ini, kami hadirkan lagu berjudul SURILANG. Seperti dua lagu sebelumnya, yang merupakan rangkaian syair dan pantun, lagu ini pun terdiri dari rangkaian syair di mana setiap akhir baitnya menggunakan akhiran yang sama. Lagu ini pun penuh dengan nasihat baik yang dinyanyikan dengan jenaka. Dora

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00