• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

SAMPAI KAPAN DERITA ROHINGYA?

13 September
14:11 2017
0 Votes (0)

VOI KOMENTAR Lebih dari 400 ribu orang etnis Rohingya telah berada di tempat pengungsian Bangladesh.  Para pengungsi tersebut  terpaksa  meninggalkan negeri yang telah menjadi tempat tinggal  mereka selama ini. Myanmar, yang belum terlalu lama merasakan nafas demokrasi, harus mengalami persoalan konflik horizontal. Yaitu  antara penduduknya yang  mayoritas Budhis dengan kaum minoritas keturunan Asia Selatan yang Muslim. Meskipun dibantah sebagai bukan perkara agama, namun apa yang mungkin disebut sebagai persekusi telah terjadi.

Sementara itu, sejak pekan ini hampir 300 ribu orang telah melarikan diri dari negara bagian Rakhine di Myanmar  dan  tiba di Bangladesh. Menurut laporan badan PBB urusan Pengungsi, UNHCR, hari Senin (11/9), jumlah itu naik pesat dari hanya 4 ribuan orang yang masuk di  hari sebelumnya. Dengan jumlah pengungsi 700 ribu orang, otoritas Bangladesh pun  mengalami masalah.

Kekerasan yang memicu pelarian besar-besaran etnik Rohingya di saat ini, terjadi setelah pada akhir bulan Agustus, sekelompok militan etnis Rohingya menyerang lebih dari 20 pos polisi di Myanmar. Akibat serangan itu puluhan orang tewas dan terluka. Sebagai tindakan balasan,pasukan Myanmar mengerahkan tentara dalam jumlah besar. Ini diikuti dengan pembakaran desa-desa oleh oknum yang tidak dikenal. Ratusan orang dari etnis Rohingya pun  tewas.

Kecaman demi kecaman mengalir kepada Aung San Su Kyi yang dianggap tidak terlalu perduli pada persoalan ini. Bahkan ada usulan mencabut Nobel dari tokoh Myanmar tersebut. Suu Kyi sendiri bereaksi bahwa persoalan Rohingya menjadi besar karena adanya berita-berita tidak benar (hoax) seperti dalam kasus penyebaran foto oleh seorang petinggi di Turki.

Indonesia dalam persoalan Rohingya tidak hanya mengeluarkan himbauan namun juga mengirimkan utusan diplomatik dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.  Dalam  pertemuan dengan  Aung San Suu Kyi Indonesia menyampaikan  4 usulan solusi. Negara-negara lain kemudian segera menanggapi kasus ini dengan memberi ruang bagi para pengungsi dan mengirimkan bantuan pangan ke Bangladesh. Namun semua itu  bukanlah  solusi akhir penyelesaian masalah.

Rohingya akan tetap menderita jika persoalan yang sesungguhnya tidak dirampungkan. Di masa lalu, Myanmar pernah mengakui Rohingya sebagai salah satu etnis warga negara.  Sekarang pun  Myanmar seharusnya menerima kenyataan bahwa etnis Rohingya, walaupun tidak satu ras dan tidak satu agama, telah menjadi bagian dari Myanmar untuk waktu yang cukup lama.  Karena itu,  sudah sepatutnya  pemerintah Myanmar  mengembalikan pengakuan tersebut dan menerima kaum Rohingya seperti di masa lalu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00