• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Indonesia Dan Kazakhstan Tingkatkan Kerjasama

12 September
06:55 2017
0 Votes (0)

Pemerintah  Indonesia  mendorong peningkatan   kerjasama   dengan Kazakhstan   dalam bidang ekspor-impor dan investasi. Wakil Presiden  Jusuf Kalla   usai pertemuan  bilateral  dengan   Perdana Menteri  Kazakhstan  Bakytzhan Sagintayev di   Kota Astana, Kazakhstan, Sabtu 9 September 2017 seperti dirilis Republika mengatakan, pihak  Indonesia    sudah  ada    rencana  menanamkan modal   di negara  yang dikenal   terluas kesembilan  di  dunia itu.  Jusuf Kalla    mengatakan, ada  pengusaha  dari Jakarta  yang ingin berinvestasi  di Kazakhstan dibidang  farmasi dan pertambangan, saat ini    mereka sedang mengurus  izinnya.  

Pertemuan bilateral  Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Perdana Menteri Kazakhstan  tersebut  dilakukan   untuk  meningkatkan  neraca perdagangan   antara kedua  negara.  Jusuf Kalla  menjelaskan,   Indonesia  berpotensi  besar meningkatkan ketersediaan  sejumlah komoditas pasar di  Kazakhstan.  Meski jarak menuju    negeri tersebut jauh   dan komoditas Kazakhstan itu cukup beragam,   Indonesia  tetap Ingin  menjalin kerjasama  karena kedua  pihak   akan mengembangkan  teknologi dan perekonomian.  Selama ini   hubungan   perdagangan  relative   masih kecil.  Kazakhstan selaku  negara daratan  kesulitan untuk melakukan   ekspor dan impor barang. Sering kali  kegiatan ekspor  impor   harus  melalui China   dan Korea.  

Jusuf Kalla  mengatakan,  kedatangganya  kali ini memang untuk membuka  kerjasama perekonomian  kedua  negara.   Ada  beberapa komoditas yang berpotensi   dapat dipasok  ke Indonesia, seperti terigu  yang   harganya   terjangkau.   Sementara itu   Indonesia  dapat mengekspor  minyak sawit, kopi  dan  teh  ke Kazakhstan.  

Sementara itu Menteri Riset Dan Technologi, Mohamad Nasir mengatakan,  kedatangan  rombongan  Indonesia  ke Kazakstan   juga dimaksudkan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi    Organisasi  Kerjasama Islam –KTT OKI.  Ia mengatakan,  pada KTT  OKI  Indonesia  mengusung  isu teknologi  pangan  dihadapan pimpinan  negara–negara Islam. Mohamad Nasir menilai  ketahanan pangan merupakan    hal yang penting  di tengah kondisi  global yang penuh tantangan.  

Kedepan Indonesia ingin menjadi penggerak  riset teknologi  pangan yang hingga  kini  berkembang. Perkembangan itu meliputi jenis-jenis  pangan   yang semakin beragam, mekanisme pengolahan  dan juga pengembangan  bibit  tanaman pangan. Menurut  Mohamad  Nasir, Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan negara-negara Islam lebih mengimplementasikan lagi ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak ketinggalan dengan negara lain.  Menurut Jusuf Kalla, sebenarnya teknologi di negara-negara Islam sudah cukup baik dan maju seperti di Kazakhstan, Turki, Iran dan Pakistan. Karena itu sebagai negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam yang besar penduduknya harus dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi

Disisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan Indonesia siap bekerja sama dan memberikan kontribusi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Yang segera bisa dilakukan adalah kerja sama bidang pendidikan, pelatihan, dan riset. Puan Maharani  saat mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menghadiri konferensi OKI tentang Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi  di Astana, Kazakhstan, mengatakan riset pengembangan teknologi komunikasi, konstruksi, energi, pertanian serta kelautan di Indonesia sudah cukup maju dan bisa berkontribusi dalam kerangka kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi  negara-negara OKI.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00