• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Eksistensi RRI Di Usia Ke 72 Tahun

12 September
06:53 2017
0 Votes (0)

VOI KOMENTAR Hari ini, tepatnya tanggal 11 September 2017, Radio Republik Indonesia memperingati hari jadinya yang ke 72. Sebagai lembaga penyiaran, 72 tahun merupakan usia yang  cukup matang dan memiliki banyak pengalaman.

Berdirinya Radio Republik Indonesia-RRI tidak bisa dipisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. RRI lahir sebulan setelah siaran radio di era kependudukan Jepang, Hoso Kyoku, dihentikan tanggal 19 Agustus 1945. Saat itu, masyarakat menjadi buta akan informasi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah Indonesia merdeka. Apalagi, radio-radio luar negeri saat itu mengabarkan bahwa tentara Inggris yang mengatasnamakan sekutu akan menduduki Jawa dan Sumatera.

Dari berita-berita itu juga diketahui bahwa sekutu masih mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia. Kerajaan Belanda dikabarkan akan mendirikan pemerintahan benama Netherlands Indie Civil Administration (NICA). Menanggapi hal tersebut, orang-orang yang pernah aktif di penyiaran  pada masa penjajahan Jepang menyadari radio merupakan alat yang diperlukan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk berkomunikasi dan memberi tuntunan kepada rakyat mengenai apa yang harus dilakukan. 

Pada 11 September 1945, sebuah delegasi yang terdiri  dari mereka yang pernah terlibat dalam   radio Hosu Kyoku, yaitu Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto dan Maladi, mengadakan pertemuan bersama pemerintah di Jakarta. Hasil akhir dari rapat itu adalah didirikannya Radio Repubik Indonesia (RRI) dengan Abdulrachman Saleh sebagai pemimpinnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, peran Radio Republik Indonesia (RRI) terus mengalami perubahan. Di awal berdirinya, RRI adalah radio perjuangan yang ikut menggelorakan semangat juang untuk mempertahankan kemerdekaan. Di era Orde Lama di bawah pemerintahan Presiden Soekarno dan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, RRI digunakan oleh pemerintah Indonesia saat itu untuk mengkampanyekan  Indonesia yang sudah merdeka, menyebarluaskan informasi ke seluruh dunia sekaligus ke masyarakat Indonesia sendiri. Siarannya banyak berisi program yang membangkitkan semangat nasionalisme dan propaganda pemerintahan.  RRI di era Orde Lama dan Orde Baru juga menjadi alat politik pemerintah. Di era reformasi, sejak tahun 2002, peran dan fungsi RRI berubah menjadi Lembaga Penyiaran Publik yang harus melayani kebutuhan masyarakat akan informasi.

Dengan 92 stasiun yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Voice of Indonesia dan programa khusus Channel 5,  RRI saat ini sudah mampu menjangkau lebih dari 80 persen populasi pendengar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan sampai di perbatasan.

Pada usia  72 tahun dan di tengah era konvergensi media dan persaingan media saat ini, tugas RRI semakin berat. RRI dituntut untuk membuktikan eksistensinya sebagai salah satu media massa tertua di Indonesia. RRI juga diharapkan bisa berinovasi dan mampu mengakomodasi  semua pihak, golongan dan kepentingan secara independen. Dirgahayu Radio Republik Indonesia di usianya  yang  ke 72 tahun.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00