• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Debus, Seni Mistis Tanah Baten

11 September
10:30 2017
0 Votes (0)

VOI WARNA WARNI Pada Warna Warni edisi kali ini kami akan mengajak Anda untuk mengetahui Debus, seni mistis tanah Banten. Banten adalah sebuah provinsi di Pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini dulunya merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di Kota Serang. Banten juga dikenal sebagai sebuah tempat untuk belajar ilmu debus. Debus sendiri sebenarnya merupakan sebuah seni bela diri yang mempertunjukan kemampuan manusia yang luar biasa. Misalnya kebal senjata tajam, kebal air keras dan lain- lain. 

Debus merupakan kesenian asli masyarakat Banten yang diciptakan pada abad ke-16, yaitu tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570), dalam rangka penyebaran agama Islam. Namun, pada masa penjajahan Belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa, seni ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat Banten untuk melawan Belanda. Kesenian Debus sangat berperan dalam alur sejarah rakyat Banten dalam melawan penjajah Belanda pada masanya yang dilandasi ajaran agama Islam sebagai keyakinan dalam melakukan perjuangan tersebut.  

Debus, merupakan kata dan istilah yang sangat aneh. Sebab, secara keseharian kata debus sudah sangat akrab dengan telinga masyarakat, namun istilah dan artinya tidak atau belum diketahui secara pasti. Menurut Dr H Imron Arifin yang meneliti debus tahun 1988, nama debus berasal dari bahasa Arab yang bermakna “jarum” atau alat penusuk.

Sebab permainan itu ditandai oleh keberadaan alat tusuk baik yang ditusukkan ke pipi, leher, dada, tangan, maupun almadad yang ditikamkan ke tubuh tapi tidak tembus. Permainan debus merupakan bentuk kesenian yang dikombinasikan dengan seni tari, seni suara dan seni kebatinan yang bernuansa magis.

Kesenian debus biasanya dipertunjukkan sebagai pelengkap upacara adat, atau untuk hiburan masyarakat. Tidak semua orang Banten bisa memainkan kesenian ini. Dalam melakukan setiap atraksinya, setiap pemain memiliki syarat-syarat tertentu  yang biasanya dilakukan sekitar satu atau dua minggu sebelum ritual dilakukan. Selain itu, mereka juga dituntut untuk tidak melakukan beberapa pantangan yakni dilarang meminum-minuman keras, main judi, dan mencuri. Konon, kesenian Debus ini memliki makna filosofis keagamaan yang kental, dimana dipercaya bahwa apapun yang dihantamkan ke tubuh mereka meskipun terlihat berbahaya tidak akan melukai mereka dikarenakan pemainnya memiliki iman kuat dan pasrah serta ikhlas kepada Tuhannya. Mereka pun percaya bahwa segala sesuatu akan terjadi karena kehendak Tuhan, meskipun secara logika hal tersebut akan melukai dan membahayakan mereka.

Terlepas dari anggapan debus berkaitan erat dengan dunia mistis yang bertentangan dengan Islam, ajaran itu turut berperan dalam sejarah diciptakannya kesenian debus di Indonesia, serta pelaksanaan atraksinya yang dimulai dengan pembacaan doa maupun lantunan sholawat Nabi. Tak dapat disangkal, debus merupakan kesenian tradisional khas Banten yang dapat dijadikan sebagai daya tarik bagi para wisatawan. Jadi, mengapa tidak melestarikan dan mengembangkan kesenian debus, yang juga merupakan ciri khas kebudayaan Banten., demikian informasi mengenai debus, seni mistis tanah Banten. Terimakasih atas perhatian Anda dan sampai jumpa pada Warna Warni edisi berikutnya.// Nuke

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00