• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Sikap Indonesia Dalam Menyelesaikan Tragedi Kemanusiaan Rohingya

4 September
13:33 2017
0 Votes (0)

VOI KOMENTAR Dalam beberapa hari terakhir, Konflik Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, semakin memburuk. Korban tewas meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya terus berlanjut. Kekerasan juga membuat ribuan Muslim Rohingya khawatir dan melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya telah menarik perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Sebagai salah satu negara tetangga yang juga tergabung dalam Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia berkewajiban untuk ikut meredakan konflik yang telah menewaskan hampir 400 orang selama seminggu terakhir.

Dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu 3 September 2017, Presiden Joko Widodo mengatakan persoalan Rohingya perlu segera diakhiri. Bukan dengan sekedar pernyataan berupa kecaman-kecaman tapi melalui tindakan nyata.  Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan tersebut  dan telah mengirim bantuan kepada etnis Rohingnya.

Pada Januari dan Februari lalu, pemerintah Indonesia mengirimkan 10 kontainer berisi makanan dan obat-obatan. Minggu ini, kata Presiden Joko Widodo, pemerintah Indonesia akan mengirimkan lagi bantuan obat-obatan. Selain itu, pemerintah Indonesia juga akan memberi bantuan lainnya seperti membangun sekolah di Rakhine. Bahkan rencananya pada Oktober nanti, sebuah rumah sakit juga akan dibangun di Rakhine. Selama ini, Indonesia juga telah menampung sebagian pengungsi Rohingya dan memberikan bantuan yang terbaik.

Dari sisi diplomatik, guna menyelesaikan konflik Rohingnya, Presiden Joko Widodo telah mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk bertolak ke Myanmar. Tujuannya adalah untuk meminta pemerintah Myanmar segera menghentikan dan mencegah kekerasan, memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk Muslim di Myanmar dan memberikan akses bantuan kemanusiaan.

Presiden Joko Widodo juga menugaskan Menteri Luar Negeri dan Duta Besar Indonesia untuk menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk dengan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa Antonio Guteres dan penasihat kusus komisi untuk Rakhine State, Kofi Annan.

Sikap pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan konflik Rohingnya patut didukung oleh seluruh bangsa Indonesia. Pemerintah Indonesia lebih mengedepankan aksi nyata dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan cara diplomatik dengan mengirim Menteri Luar Negeri ke Myanmar untuk menyelesaikan konflik Rohingnya daripada sekedar mengecam dan melakukan aksi protes dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan Myanmar, misalnya.

Semoga usaha dan sikap Indonesia dalam menyelesaikan konflik Rohingya dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Agar  kedamaian di negara bagian Rakhine segera tercipta, yang pada akhirnya akan berimbas pada kedamaian di kawasan ASEAN.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00