• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Komentar Voice Of Indonesia

Keterbukaan Myanmar Menyelesaikan Konflik Rakhine.

1 September
14:00 2017
0 Votes (0)

VOI KOMENTAR Hari ini  tanggal 1 September 2017, sebagian Umat Islam dari berbagai penjuru dunia tengah melaksanakan puncak ibadah Haji di Mekah. Secara bersamaan Kaum Muslimin di seluruh dunia juga  merayakan hari Idul Adha. Namun komunitas Islam Rohingya di Rakhine Myanmar justru sedang merasakan ketegangan dan penderitaan. Konflik yang berkobar awal pekan ini  telah menelan  banyak korban dan mengakibatkan ribuan warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Sebagai  Negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesian pun sangat prihatin dengan  peristiwa tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia menyesalkan jatuhnya korban di Rakhine setelah serangan tanggal 25 Agustus lalu. Untuk itu Pemerintah Indonesia akan berusaha agar  ditemukan solusi yang terbaik.

Sebagaimana dinyatakan Menlu Retno Marsudi, Indonesia mendorong pemerintah Myanmar  segera mengembalikan kondisi menjadi normal dengan memulihkan stabilitas keamaan di propinsi Rakhine. Kedua pihak yang bertikai diminta menahan diri semaksimal mungkin serta menghindari terjadinya kekerasan.

Pernyataan resmi pemerintah Indonesia yang disampaikan Menlu Retno Marsudi,  menggunakan ungkapan kedua belah pihak yang bertikai, guna menegaskan sikap politik luar negeri Indonesia yang tidak memihak. Harapan itu disampaikan baik kepada Pemerintah Myanmar maupun kepada pihak gerilyawan Rohingya yang dikenal dengan nama Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA. Pemerintah Myanmar menyatakan bahwa konflik bersenjata pekan ini dipicu oleh serangan ARSA. Bentrokan terjadi ketika pasukan Militer Myanmar melakukan serangan balasan. Sedikitnya 100 orang dilaporkan tewas dalam konflik bersenjata pekan ini. Sementara ribuan lainnya berusaha menyeberang ke Bangladesh yang berbatasan dengan Myanmar dan merupakan negara asal etnis Rohingya.   

Keprihatinan atas kemelut etnis di Rakhine tidak hanya dari Indonesia. PBB dan organisasi Human Rights Watch juga memberikan perhatian. Bangladesh sebagai negara tetangga yang berbatasan langsung semakin kerepotan mengatasi membanjirnya pengungsi Rohingya. Demikian pula Indonesia karena sebagian ada juga yang datang ke negeri ini.

Bagi Indonesia tidak ada jalan  lain kecuali berusaha ikut serta mengatasi konflik etnis yang menyebabkan krisis kemanusiaan ini. Apalagi dengan  semakin banyaknya masyarakat sipil yang menjadi korban di kedua belah pihak.

Jika selama ini Pemerintah Myanmar bersikap tertutup atas kejadian sesungguhnya di Rakhine, maka demi penyelesaian masalah ini Yangoon dan tokoh tokoh politik negara itu harus lebih terbuka. Baik dalam  menerima saran, masukan dan bantuan yang diberikan oleh negara tetangga, organisasi internasional maupun Perserikatan Bangsa Bangsa. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00