• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hari Ini Dalam Sejarah

Hari Ini Dalam Sejarah

1 September
13:59 2017
0 Votes (0)

VOI HDS Saudara  jumpa  kembali  dalam acara Hari Ini dalam Sejarah. Kami awali dengan peristiwa yang terjadi pada tanggal  1 September 1923 – Gempa Bumi besar Kanto di Jepang.

Kanto merupakan dataran yang terbentang antara Tokyo dan Yokohama. Gempa Bumi berkekuatan antara 7,9 dan 8,4 dalam skala Richter dengan episentrum di Teluk Sagami dan Pulau Izuoshima menghantam Kanto pada 1 September 1923. Gempa Bumi menimbulkan kerusakan massal pada wilayah Kanto yang meliputi Tokyo, kota pelabuhan  Yokohama, dan prefektur di sekitarnya seperti Prefektur Chiba, Prefektur Kanagawa dan Prefektur Shizuoka. Gempa dahsyat ini menyebabkan sekitar 156.000 orang tewas.

Kami beralih ke peristiwa pada tanggal 1 September 1961 – Konferensi pertama Gerakan Non-Blok, diadakan di Belgrad, Yugoslavia.
Konferensi Asia-Afrika  yang  diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 24 April 1955 di Bandung dan dihadiri oleh 29 Kepala Negara dan Kepala Pemerintah dari benua Asia dan Afrika merupakan proses awal lahirnya Gerakan Non Blok. Gerakan Non-Blok mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi pertama di Beograd, Yugoslavia, pada 1 hingga 6 September 1961. Pada saat konferensi pertama itulah Gerakan Non Blok secara resmi lahir.  Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok dihadiri oleh 25 negara yakni Afghanistan, Algeria, Yeman, Myanmar, Cambodia, Srilanka, Congo, Cuba, Cyprus, Mesir, Ethiopia, Ghana, Guinea, India, Indonesia, Iraq, Lebanon, Mali, Morocco, Nepal, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Suriah, Tunisia dan Yugoslavia. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi pertama tersebut, negara-negara pendiri Gerakan Non Blok ini berketetapan untuk mendirikan suatu gerakan dan bukan suatu organisasi untuk menghindarkan diri dari implikasi birokratik dalam membangun upaya kerjasama di antara mereka. Pada Konferensi Tingkat Tinggi pertama juga ditegaskan bahwa Gerakan Non Blok tidak diarahkan pada suatu peran pasif dalam politik internasional, tetapi untuk  memformulasikan posisi sendiri secara independen yang merefleksikan kepentingan negara-negara anggotanya.

Kami akhiri dengan peristiwa pada tanggal, 1 September  1963 – Institut Pertanian Bogor didirikan.Institut Pertanian Bogor-IPB adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor, Jawa Barat. Tahap awal IPB merupakan cikal bakal dari Sekolah Pertanian Bogor  atau Landbouwhogeschool yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda di abad ke-20. Sekolah ini kemudian berganti nama menjadi Fakultas Pertanian Universitas Indonesia. Peletakan batu pertama Fakultas Pertanian ini dilakukan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pada tanggal 27 April 1952. Beliau menginginkan pertanian agar ditangani secara khusus, hal ini karena Indonesia merupakan negara agraris. Tahap selanjutnya beberapa fakultas yang ada di Universitas Indonesia memutuskan untuk membentuk lembaga pendidikan mandiri. Pada 1 September 1963, Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan memisahkan diri  menjadi Institut Pertanian Bogor. Setelah IPB terlepas dari Universitas Indonesia, terbentuklah 5 fakultas di IPB yaitu 3 fakultas, yaitu  Fakultas Pertanian, Fakultas Kehutanan dan Fakultas Perikanan di Baranangsiang dan 2 fakultas seperti Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan di Gunung Gede. Selanjutnya, areal Kampus IPB diperluas ke wilayah Darmaga. IPB Darmaga didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor  92 tahun 1963 yang disahkan oleh Presiden Soekarno melalui Surat Keputusan Nomor  279 tahun 1965, ditandai dengan penanaman pohon pinus yang sekarang dikenal dengan nama Plaza Bung Karno.
Saudara, sekian Hari Ini Dalam Sejarah dari RRI World Service Voice of Indonesia di Jakarta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00